Gerindra Hanya Akan Usung Prabowo Subianto di Pemilu 2024

Mantan pasangan Prabowo di 2019, Sandiaga Uno harus mencari partai baru jika serius ingin maju di pemilihan presiden 2024.
Image title
3 November 2021, 20:16
gERINDRA
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/NZ.
Menhan Prabowo Subianto bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/6/2021).

Partai Gerindra menegaskan hanya akan mengusung calon tunggal yakni Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Ini sekaligus menutup kemungkinan untuk kembali menduetkan Sandiaga Uno dengan Menteri Pertahanan tersebut. 

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani menanggapi rumor terkait adanya kader lain yang akan diusung oleh Gerindra. Seperti diketahui terdapat beberapa relawan yang mendeklarasikan dukungan mereka terhadap Sandiaga Uno untuk maju dalam Pilpres 2024. 

"Calon presiden dari Partai Gerindra hanya satu tunggal namanya Prabowo Subianto," ujar Ahmad di kompleks parlemen pada Rabu (3/11).

Ahmad mengatakan fokus Gerindra saat ini adalah melakukan konsolidasi internal, penguatan partai dan kekuatan struktur partai. Selain itu Gerindra juga tengah berupaya untuk memaksimalkan jumlah anggota di parlemen.

Advertisement

Apalagi saat ini hanya tersisa dua setengah tahun lagi jelang Pilpres 2024. Gerindra sedang melakukan upaya agar Prabowo dapat maju lagi dalam gelaran Pilpres.

"Kami juga sedang berupaya bagaimana Pak Prabowo bisa betul-betul menjadi capres (calon presiden) di 2024 yang akan datang," ujar Ahmad.

Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra memiliki modal kuat untuk kembali bertarung di 2024. Riset Saiful Mujani Research and Consultant (SMRC) menyebut elektabilitas Prabowo masih nomor satu di Indonesia, meski pamornya mulai tergerus.

Elektabilitasnya mencapai 18,1%, jauh mengungguli kandidat kuat lainnya macam Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Saat Pilpres 2019, ia hanya kalah 11% suara dari petahana Jokowi-Ma’ruf Amin.

Gerindra juga masih perlu mencari pasangan ideal bagi Prabowo. Gerindra sempat disanter akan menjajaki kolaborasi dengan PDI Perjuangan (PDIP). Meskipun, ini juga bukan tanpa masalah. PDIP kemungkinan besar akan mengusung Puan Maharani.

Namun, pamor Puan masih mengecewakan. Riset SMRC menyebut elektabilitas Puan hanya 0,8%. Angka tersebut bahkan masih di bawah pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang memiliki elektabilitas 1,6%. Sementara itu, tokoh PDIP yang punya elektabilitas paling tinggi saat ini justru Ganjar Pranowo. Hal ini kemudian menimbulkan konflik internal dalam tubuh PDIP.

Dalam kesempatan yang sama, Ahmad juga menanggapi terkait usulan ambang batas perolehan suara calon presiden untuk diturunkan menjadi 10%-15%. Dirinya hanya mengacu pada Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

"Rasanya threshold seperti 2019 akan tetap bertahan yakni 20 persen atau 25 persen dari suara yang ada," jelas Ahmad.

 

 

 

Reporter: Nuhansa Mikrefin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait