PKB: Belum Ada Pertemuan Soal Capres di Kalangan Parpol

PKB mematok target 100 kursi di DPR dalam Pemilu 2024.
Image title
2 Desember 2021, 13:05
Pemilu
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (kanan) berjalan berdampingan dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu (kiri) saat silaturahmi kebangsaan di Kantor DPP PKB di Jakarta, Rabu (28/4/2021).

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyebut belum ada pertemuan di antara partai politik untuk membahas calon presiden di Pemilu 2024.

Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar mengatakan partainya tidak bisa berdiri sendiri mencalonkan kadernya sebagai calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2024. Pasalnya, ada syarat ambang batas parpol yang dapat mengajukan calon saat ini adalah 20%. 

"Sampai hari ini belum ada satupun pertemuan partai politik yang membahas calon presiden," kata Muhaimin, dikutip dari Antara, Kamis (2/12). 

Selain itu Wakil Ketua DPR RI itu menjelaskan terkait ramainya dukungan maju menjadi capres di Pemilu 2024, hal itu sebagai tindakan yang wajar. Menurut Muhaimin, semangat relawan serta kader PKB di daerah tersebut merupakan bagian dari target politik partainya.

Advertisement

“Masih 3 tahun lagi kita masih punya waktu untuk melihat sejauh mana dukungan pasar publik, bukan pasar PKB," ujarnya.

Muhaimin juga menargetkan PKB meraih 100 kursi DPR RI pada Pemilu 2024, dan dirinya optimistis target tersebut bisa dicapai.

Ketua Umum DKN Garda Bangsa Tommy Kurniawan berkomitmen untuk memenangkan Muhaimin menjadi Presiden 2024, salah satunya diwujudkan dengan merekrut 1 juta kader agar memenuhi target tersebut.

Dia mengatakan, salah satu target rekrutmen 1 juta kader dari kalangan anak muda adalah menaikkan popularitas Muhaimin, langkah itu penting dilakukan karena segmentasi Garda Bangsa adalah anak muda.

 

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait