Kemenhub Tambah Dua Koridor Batik Solo Trans, Ini Rutenya

Image title
31 Desember 2021, 08:19
Batik Solo Trans
Katadata
Sejumlah Bus Batik Solo Trans (BST) berkonvoi seusai peluncuran BST koridor 5 dan 6 di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (30/12/2021). ANTARAFOTO/Maulana Surya/pras.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menambah dua trase layanan transportasi Batik Solo Trans di Kota Solo.

Direktur Angkutan Jalan Kemenhub, Suharto mengatakan layanan baru yang ditambahkan berupa koridor 5 dan 6 dengan panjang masing-masing 52,6 kilometer dan 21,46 kilometer. Koridor 5 menghubungkan rute Terminal Kartosuro – Pasar Bekonang dengan 23 unit bus siap beroperasi dan 3 unit bus cadangan. Adapun koridor 6 menghubungkan Terminal Tirtonadi – Solobaru dengan 10 unit bus. 

"Kota Solo telah berhasil menjadi rujukan kota-kota yang saat ini tengah mengembangkan angkutan massal layanan Teman Bus," ujarnya, Kamis (30/12).

Suharto mengatakan secara umum, Kota Solo sudah mampu mengimplementasikan master plan penataan angkutan massal perkotaan yang kuat, sekaligus mampu menyadarkan masyarakat bahwa transportasi massal adalah hal yang penting.

"Ke depannya, diharapkan penggunaan transportasi massal di Solo ini dapat membantu mengurangi polusi udara akibat penggunaan kendaraan bermotor pribadi," kata Suharto.

Ia menjelaskan, saat ini pertumbuhan transportasi khususnya kendaraan pribadi di Indonesia rata-rata mencapai 13% per tahun. Sementara pertumbuhan prasarana rata-rata di bawah 1%, sehingga hal tersebut dapat menimbulkan kepadatan dan kemacetan.

Lebih lanjut, ia mengatakan, dengan jumlah armada Batik Solo Trans yang saat ini mencapai 126 unit, maka jumlah SDM yang terlibat tidak kurang dari 700 orang, yang merupakan hasil pemberdayaan masyarakat di Solo raya. Pihaknya akan terus mengakomodir regulasi untuk memberikan pelayanan angkutan umum dengan konsep buy the service (BTS) kepada masyarakat.

"Pelayanan BTS baik di Solo maupun sembilan kota lainnya saat ini gratis, tapi saat ini kami masih menunggu regulasi yang mengatur tarif," ujar dia.

Sebagai informasi, program BTS atau pembelian layanan untuk angkutan massal perkotaan, dilakukan dengan membeli layanan angkutan massal perkotaan kepada operator dengan mekanisne lelang.

Prinsip dasar program pembelian layanan adalah pemerintah mengalokasikan anggaran guna membeli layanan jasa angkutan yang disediakan oleh perusahaan angkutan umum (BUMN, BUMD, ataupun swasta) dengan kriteria tertentu.

Hingga 2021, program BTS sudah terealisasi di empat kota yakni, Medan, Surabaya, Bandung, dan Makassar. Selain dari empat kota tersebut, terdapat kota lainnya yang memenuhi kriteria layak menerima program BTS, yaitu Palembang, Surakarta, Yogyakarta dan Denpasar (sudah tahap operasional sejak tahun 2020), serta Banjarmasin, Bogor dan Banyumas.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait