Kasus Covid-19 Meningkat, Pemprov DKI Pastikan Pasokan Oksigen Aman

Jumlah tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan di Jakarta ada 4.361 bed dan terisi 2.426 bed.
Image title
30 Januari 2022, 18:20
Sejumlah petugas menurunkan tabung berisi oksigen di Posko Darurat Oxygen Rescue, kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Senin (5/7/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan posko tersebut untuk memenuhi kebutuhan oksigen di rumah sakit, mela
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra.
Sejumlah petugas menurunkan tabung berisi oksigen di Posko Darurat Oxygen Rescue, kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Senin (5/7/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan posko tersebut untuk memenuhi kebutuhan oksigen di rumah sakit, melalui penyediaan tambahan tabung, isi ulang, dan distribusi tabung oksigen seiring masih tingginya kasus COVID-19 di Ibu Kota. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra.

Pemprov DKI Jakarta memastikan ketersediaan pasokan oksigen di seluruh fasilitas kesehatan mencukupi seiring dengan peningkatan kasus Covid-19

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan keterisian tempat tidur (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 saat ini mencapai 56% atau meningkat 2% dari hari sebelumnya. Ia mengklaim kelengkapan di berbagai fasilitas kesehatan seperti tenaga kesehatan, obat-obatan, oksigen, sampai vitamin, semuanya tersedia dalam jumlah yang cukup.

“Jumlah tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan ada 4.361 bed dan terisi 2.426 bed," katanya, dikutip dari Antara, Minggu (30/1).

Riza menambahkan, selain peningkatan jumlah tempat tidur, pihaknya juga mencatat adanya peningkatan kapasitas ICU menjadi 19%.Dengan kondisi itu, Pemprov DKI Jakarta menyatakan kesiapannya menghadapinya lonjakan kasus Covid-19 dengan berbagai skema, termasuk menyiapkan tenda darurat seperti pada Juli 2021.

Advertisement

Riza mengatakan jumlah kasus transmisi lokal varian Omicron dapat melampaui jumlah kasus importasi dalam waktu dekat.

"Kasus COVID-19 varian Omicron di DKI Jakarta saat ini mencapai 2.526 kasus, sebanyak 1.733 kasus di antaranya atau 56,4 persen merupakan kasus importasi atau pelaku perjalanan luar negeri," kata Riza.

Menurut Riza, kasus Covid-19 varian Omicron dari transmisi lokal saat ini sudah mencapai 1.152 atau 44 persen. Riza mengingatkan, agar warga tidak menganggap enteng varian baru ini, terutama karena satu pasien di DKI meninggal dunia setelah berjuang melawan Omicron.

“Sekalipun varian Omicron tidak berbahaya seperti varian Delta, tapi jangan dianggap enteng karena ada kasus Omicron yang meninggal dunia di Jakarta,” katanya.




Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait