Puncak Kasus Subvarian Omicron BA.4 Akan Terjadi Pada Pertengahan Juli

Kementerian Kesehatan menyebut laju penularan Covid-19 masih terkendali meskipun sudah hampir menyentuh 2.000-an kasus per hari.
Rezza Aji Pratama
26 Juni 2022, 17:57
Covid-19
ANTARA FOTO/Arnas Padda/foc.
Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada seorang bocah di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (17/6/2022).

Kementerian Kesehatan memperkirakan puncak gelombang Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 akan terjadi pada pekan kedua atau ketiga Juli 2022. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan hal tersebut berdasarkan pengamatan yang terjadi di Afrika Selatan. Seperti diketahui, negara tersebut merupakan asal kemunculan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Menurut Budi, kenaikan kasus di Afrika Selatan dalam sebulan terakhir hanya sepertiga dari kenaikan kasus di puncak Omicron BA.1. Hospitalisasi atau pasien yang dirawat di rumah sakit hanya sepertiga dari puncak Omicron.

"Angka kasus kematiannya sekitar 10 persen dari puncaknya Omicron," ujarnya, dikutip dari Antara, Minggu (26/6).

Advertisement

Budi memperkirakan jika Indonesia meniru pola yang terjadi di Afrika Selatan, puncak kasus di Tanah Air mencapai 30% dari puncak Omicron, atau setara 17.000 hingga 18.000 pasien.

Sementara itu, pantauan data Covid-19 pada Minggu (26/6) menunjukkan jumlah pasien bertambah 1.726 orang pada Minggu (26/6). Angka ini merupakan penurunan 5,7% jika dibandingkan kasus pada Sabtu (25/6) yang mencapaiJumlah kasus harian kemarin bertambah 1.831 kasus. 

Menurut Menkes, meskipun laju penularan Covid-19 mencapai kisaran 2.000-an per hari, Indonesia masih ada di level 1 versi WHO. Budi menyebut WHO memberikan standar level 1 situasi pandemi di suatu negara dengan indikator 20 kasus per pekan, per 100.000 penduduk. Jika disesuaikan dengan situasi di Indonesia, maka standar level 1 WHO berkisar 7.800 per hari.

"Memang ada kenaikan dari 200 ke 2.000-an kasus saat ini. Tapi puncak gelombang di Indonesia sebelumnya mencapai 60.000-an kasus per hari," kata Menkes, dikutip dari Antara. 

Budi juga memastikan reproduction rate nasional masih terkendali sebab berada di bawah 1%. Positivity rate nasional juga masih terkendali di 3,61% atau di bawah standar WHO yang berkisar 5%.

Kendati demikian, masih ada beberapa provinsi di Indonesia seperti DKI Jakarta dan Banten sudah di atas 5%. Budi pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak panik menghadapi situasi pandemi saat ini.

 

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait