Rishi Sunak di Mata Warga Inggris: Pilihan Terbaik dari Yang Terburuk

Rezza Aji Pratama
29 Oktober 2022, 13:41
John Sibley Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak meninggalkan Downing Street, di London, Inggris, Kamis (26/5/2022).
ANTARA FOTO/REUTERS/John Sibley/AWW/dj
John Sibley Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak meninggalkan Downing Street, di London, Inggris, Kamis (26/5/2022).

Rishi Sunak resmi menjadi Perdana Menteri Inggris ke-57, menggantikan Mary Elizabeth Truss. Ia menjadi orang Inggris-Asia pertama yang menjadi PM sekaligus menjadi PM termuda dan terkaya. Lantas bagaimana respons warga Inggris terhadap pemimpin barunya tersebut?

Ilya Kachaev, warga London pendukung Partai Konservatif, menyebut Rishi Sunak adalah pilihan terbarik dari yang terburuk. Menurutnya, saat ini kisrush politik Inggris terutama di internal partai sudah sangat parah. Ia melihat Sunak punya pekerjaan berat untuk menyatukan partai sekaligus menyelamatkan ekonomi Inggris.

“Saya pendukung partai konservatif, tetapi kalau saat ini ada Pemilu saya tidak akan memilih mereka,” kata pria keturunan Rusia yang sudah 25 tahun jadi warga Inggris ini.

Rishi Sunak memang punya segudang pekerjaan rumah yang harus segera ia selesaikan. Hanya dalam beberapa bulan terakhir, Inggris sudah gonta-ganti Perdana Menteri. Boris Johnson yang menjadi PM sejak 2019 terpaksa mengundurkan diri. Johnson kehilangan kepercayaan dari para koleganya setelah terseret kasus pelecehan yang melibatkan sekutunya di Partai Konservatif, Chris Pincher. 

Johnson juga ditinggalkan oleh para menterinya saat masih menjabat. Ini termasuk Rishi Sunak yang saat itu menjadi Menteri Keuangan. Boris Johnson resmi mengundurkan diri pada Juli 2022.

Mary Elizabet Truss akhirnya menggantikan Boris Johnson setelah memenangkan kontes internal di Partai Konservatif. Kala itu, pesaing terdekatnya tidak lain adalah Rishi Sunak. Namun, serangkaian kebijakan ekonomi yang buruk dari Truss membuatnya harus mundur setelah 49 hari menjadi menteri.

“Sunak harus menyatukan kembali Partai Konservatif kalau ia mau mendapatkan dukungan,” kata Kachaev kepada Katadata.

Warga Inggris lainnya, Laura Oliver, menilai Sunak harus bergerak cepat menyelamatkan ekonomi Inggris. Ia menyebut krisis telah mengerek harga energi dan pangan hingga menyulitkan warga Inggris. Pada September, inflasi Inggris menyentuk 8,8% yang merupakan rekor tertinggi sejak Desember 1990.  Bank of England bahkan memperkirakan inflasi bisa mencapai 13% di akhir tahun seiring dengan krisis energi yang kian memanas. 

“Kami akan memasuki musim dingin. Banyak yang akan menderita dengan kenaikan harga gas yang tinggi,” ujar Oliver kepada Katadata.

Rishi Sunak punya latar belakang menarik sebagai PM baru Inggris. Lahir dari pasangan imigran India, Sunak meniti karirnya sebagai politisi dengan menjadi anggota parlemen (MP) pada 2015. Karirnya melonjak cepat. Tujuh tahun kemudian, ia resmi menjadi orang Inggris-Asia pertama yang menjadi PM.

Sunak juga menjadi PM termuda–ia berusia 42 tahun saat ini–sekaligus paling kaya dalam sejarah Inggris. Istrinya, Ashkita Murthy adalah anak dari Narayana Murthy, seorang miliuner asal India. Sunak sendiri mengumpulkan pundi-pundinya dengan bekerja di Goldman Sach. Total kekayaan pasangan ini ditaksir mencapai 734 poundsterling.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait