IHSG Berpotensi Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

IHSG hanya butuh menguat 0,96% saja hari ini untuk melampaui level tertinggi sepanjang masa di 6.689 pada 19 Februari 2018 silam.
Image title
15 Oktober 2021, 06:29
Karyawan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/1/2021). Indek Harga Saham Gabungan (IHSG ) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat dibuka menguat 37,32 poin atau 0,61 persen ke posisi 6,19
ANTARA FOTO/ Reno Esnir/foc.
Karyawan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/1/2021). Indek Harga Saham Gabungan (IHSG ) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat dibuka menguat 37,32 poin atau 0,61 persen ke posisi 6,190,95.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,36% menjadi 6.626 pada perdagangan Kamis (14/10).  Ini menjadi yang tertinggi sejak pandemi Covid-19 melanda.

Capaian ini bahkan mendekati level tertinggi sepanjang masa di level 6.689 pada 19 Februari 2018.  Jika hari ini IHSG bisa menguat 0,96% saja, maka bisa memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa. 

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menilai IHSG berpeluang untuk menguat dengan area resistance di level 6.690 dan 6.658. Sementara, area support ada di level 6.573 dan 6.520.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Ketika menyentuh support, harga biasanya akan kembali ke atas karena peningkatan pembelian. Namun jika tembus, harga akan terus turun untuk menemukan titik support baru.

Sebaliknya, resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan terhambat.

"Secara teknikal tren penguatan masih cukup kuat, candlestick membentuk higher high dan higher low menguji resistance tertinggi sepanjang masa," kata Dennies dalam riset tertulisnya.

Sementara, secara fundamental, investor terlihat mengabaikan kekhawatiran akan data ekonomi serta kebijakan moneter Amerika Serikat, salah satunya terkait kebijakan moneter. "Di sisi lain, investor berekspektasi laporan keuangan triwulan III-2021 akan lebih baik," katanya.

Dennies merekomendasikan saham Wijaya Karya (WIKA) untuk tahan (hold). Sementara untuk saham Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) dan Semen Indonesia (SMGR) direkomendasikan bisa menambah porsi kepemilikan. Sedangkan saham Bank CIMB Niaga direkomendasikan untuk beli.

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, IHSG hari ini memiliki peluang besar melanjutkan kenaikan menuju target berikutnya di level 6.692.

Level support IHSG berada di 6.507, 6.426, dan 6.361. Sementara level resistance di 6.637, 6.692, dan 6.799.

"IHSG masih berada pada tren naik yang kuat meskipun kemarin ditutup di bawah 6.637 yang merupakan resistance terdekat," kata Ivan.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain Adaro Energy (ADRO), Astra International (ASII), Bank Central Asia (BBCA), Bank Tabungan Negara (BBTN), dan Bank Mandiri (BMRI).

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait