INTP Bukukan Penjualan 12 Juta Ton Semen di Kuartal III 2021

PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk masih berhati-hari menyerap anggaran belanja modal tahun ini yang mencapai Rp1,1 triliun.
Image title
5 November 2021, 17:18
INTP
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi Indocement di pelabuhan Tanjung Priok,  Jakarta Utara (28/6).

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) membukukan total volume penjualan hingga 12 juta ton pada periode Januari-September 2021. Ini setara dengan 25,58% dari total penjualan semen nasional di periode yang sama. 

Direktur dan Sekretaris Perusahaan INTP Antonius Marcos mengatakan perusahaan akan mempertahankan utilitas pabrikan di atas  60%. Namun,  perseroan masih berhati-hati dalam menggunakan anggaran belanja modal senilai Rp 1,1 triliun pada tahun ini. Hingga saat ini, INTP telah menyerap sekitar 35% dari total anggaran capex yang tersedia. 

Anggaran senilai Rp 385 miliar tersebut baru dibelanjakan untuk menyelesaikan proyek penerimaan refuse-derived fuel (RDF) dan pemasangan bag filter di pabrik Citeureup.

Seperti diketahui, RDF merupakan sampah yang mudah terbakar yang telah terpisah dari sampah yang suli terbakar dari proses pencacahan, pengayakan, dan jenis pemisahan lainnya. RDF dapat menjadi  bahan bakar alternatif pengganti batu bara untuk pabrik semen atau sebagai co-firing di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Advertisement

"Kami sangat berhati-hati dalam melakukan pembelanjaan barang modal mengingat situasi yang masih seperti ini," katanya. 

Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mendata konsumsi semen nasional hingga akhir kuartal III/2021 tercatat telah tumbuh sekitar 5,5% secara tahunan menjadi 46,9 juta ton. Adapun, konsumsi semen di dalam negeri tumbuh positif hingga 4% per September 2021.

Konsumsi semen di Bali dan Nusa Tenggara tercatat naik 2,3% secara tahunan menjadi sekitar 368.000 ton. Padahal sebelumnya,  konsumsi semen di Pulau Dewata dan sekitarnya selalu negatif pada Januari-Agustus 2021. 

Kenaikan tertinggi per September 2021 ada di Pulau Kalimantan hinga  14%secara tahunan menjadi sekitar 429.000 ton. Sementara itu, konsumsi di Sulawesi naik 8,9% menjadi sekitar 598.000 ton. 

Adapun, konsumsi semen dengan volume terbesar ada di Pulau Jawa atau sebesar 3,47 juta ton atau tumbuh 3,9% secara tahunan. Konsumsi bulanan tersebut merupakan yang terbesar sepanjang Januari-September 2021. 

Pada September 2021, INTP mencatatkan penjualan semen sebanyak 1,6 juta ton. Antonius mencatat realisasi tersebut tumbuh 5% dari capaian Agustus 2021.

 

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait