Penjualan Tumbuh, Triniti Dinamik Incar Pasar Properti Batam 

PT Triniti Dimamik Tbk. saat ini mengembangkan proyek kondominium The Smith di Alam Sutera, Tangerang Selatan dan bersiap memasuki pasar rumah tapak di Batam.
Image title
10 Desember 2021, 20:31
Seorang anak bermain di salah satu kawasan apartemen, Jakarta, Jumat (28/5/2021). Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia, harga properti residensial mengalami perlambatan pertumbuhan sepanjang kuartal I/2021 meski tetap positi
ANTARA FOTO/ Reno Esnir/rwa.
Seorang anak bermain di salah satu kawasan apartemen, Jakarta, Jumat (28/5/2021).

PT Triniti Dinamik Tbk. menargetkan angka penjualan naik dua digit pada 2022. Peluang pasar di Kepulauan Riau dinilai menjadi pendorong utama pertumbuhan itu. 

Presiden Direktur Triniti Dinamik Samuel Stepanus Huang mengatakan perusahaan akan mengembangkan proyek rumah tapak di Kepulauan Riau mulai 2022. Selain itu, emiten berkode TRUE ini juga akan mempercepat proses serah terima proyek kondominium yang berlokasi di Alam Sutera pada tahun depan. 

Sejauh ini, TRUE memiliki spesialisasi dalam konstruksi dan penjualan properti high-rise. Samuel menilai proyek rumah tapak di Kepulauan Riau merupakan strategi diversifikasi.  Adapun, perseroan akan melakukan proyek rumah tapak itu pada lahan seluas 15 hektar di Batam, Kepulauan Riau. Permintaan di Batam dinilai datang dari dua sisi, yakni permintaan generasi milenial yang tinggi dan insentif fiskal oleh pemerintah. 

Seperti diketahui, angka backlog perumahan pada tahun ini mencapai 11,4 juta unit, sedangkan angka backlog pemilikan rumah mencapai 7,6 juta. Sementara itu, pemerintah baru dapat menargetkan penyediaan rumah sebanyak 1 juta unit per tahun. 

Advertisement

Di samping itu, pemerintah memberikan insentif fiskal bagi industri properti seperti Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) dan pelonggaran loan to value (LTV) yang mencapai 100%. Kedua insentif fiskal itu dinilai telah mendorong penjualan rumah sepanjang tahun ini. 

"Kami yakin perpanjangan insentif tersebut akan membawa banyak multiplier effect ke berbagai industri sehingga mendorong pemulihan ekonomi nasional," kata Samuel. 

Berdasarkan laporan keuangan TRUE, penjualan dan pendapatan usaha naik 52% secara tahunan hingga kuartal III-2021 menjadi Rp 247 miliar dari Rp 162 miliar. Sementara itu, beban pokok penjualan naik 84,15% menjadi Rp 186 miliar. 

Alhasil, laba kotor perseroan turun 1,6% dari realisasi Januari-September 2020 senilai Rp 61 miliar menjadi Rp 60 miliar. 

Dengan demikian, laba bersih TRUE dapat tumbuh 2,21% secara tahunan pada Januari-September 2021 menjadi Rp 27,9 miliar dari Rp 27,3 miliar. Adapun, laba per saham naik 8,14% menjadi Rp 23,38 per saham. 

Berdasarkan data Stockbit, TRUE baru diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juni 2021 dengan harga penawaran umum perdana (IPO) Rp 100 per saham. Secara tahun berjalan, harga TRUE  turun 11 poin atau melemah 8,15% menjadi Rp 124 per saham. 

Harga TRUE pernah menyentuh titik tertingginya di level Rp 920 per saham pada 30 Juli 2021 sampai 5 Agustus 2021 sebelum akhirnya terus mengalami tren pelemahan. TRUE menyentuh titik terendahnya di posisi Rp 92 per saham pada 3 Desember 2021. 

 

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait