Doa Sebelum dan Sesudah Makan Beserta Artinya

Salah satu amalan yang diajarkan Rasulullah SAW ketika bersantap, ialah membaca doa sebelum dan sesudah makan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk syukur atas nikmat dan karunia yang diberikan Allah SWT.
Image title
20 September 2021, 14:01
Doa Sebelum dan Sesudah Makan Beserta Artinya
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Pelanggan menikmati hidangan menu di sebuah rumah makan.

Membaca doa sebelum dan sesudah makan merupakan adab yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada umat muslim dalam bersantap. Hal tersebut dianjurkan sebagai bentuk syukur setiap umat muslim kepada Allah SWT atas limpahan nikmat dan karunianya.

Tidak hanya memperoleh pahala, seorang muslim yang membaca doa sebelum dan sesudah makan niscaya akan mendapat kesehatan jiwa dan raga.

Bersantap makanan yang halal termasuk rezeki yang diberikan oleh Allah SWT. Untuk itu, manusia tidak boleh kufur terhadap nikmat tersebut. Hal itu tercantum dalam surat Al Baqarah ayat 172:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُلُوا۟ مِن طَيِّبَٰتِ مَا رَزَقْنَٰكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِلَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah." (QS. Al Baqarah: 172).

Diriwayatkan oleh Aisyah ra. Rasulullah SAW pernah bersabda: "Apabila kalian hendak makan, bacalah 'bismillah', jika lupa tidak membaca basmalah di awal, bacalah 'bismillahi fi awwaluhu wa akhiruhu". (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda makanan yang tidak disebutkan nama Allah merupakan jatah iblis.

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَسْتَحِلٌّ الطَّعَامَ، إِلاَّ يُذْكَرَ اسْمَ اللهِ عَلَيْهِ

"Sesungguhnya setan mendapatkan bagian makanan yang tidak disebutkan nama Allah padanya." (HR. Muslim).

Dalam hadits riwayat Imam Muslim disebutkan, usai menyantap makanan, seorang muslim dapat mengucapkan tahmid (Alhamdulillah).

Rasulullah juga SAW pernah bersabda yang artinya, "Sesungguhnya Allah Ta'ala menyukai kepada hamba-Nya yang mengucapkan tahmid sesudah makan dan minum." (HR. Muslim).

Adab Saat Makan dan Minum

Adapun adab yang perlu diperhatikan ketika bersantap, yaitu:

- Membasuh kedua tangan dengan air bersih.

- Duduk dengan baik dan sopan di tempat yang telah disediakan.

- Tidak bercanda dan berbicara saat tengah menyantap makanan.

- Menggunakan tangan kanan ketika makan dan minum.

- Membaca doa sebelum dan sesudah makan.

- Makanan dan minuman yang diperoleh dan disantap harus halal, bergizi, baik, dan bersih.

- Makan dan minum secukupnya atau tidak berlebihan.

- Makan dan minum dengan tenang dan tidak terburu-buru.

- Jangan makan dan minum sambil berdiri.

- Sebelum menelan, kunyahlah makanan hingga halus.

- Bereskan dan bersihkan peralatan makan dan minum.

Doa Sebelum Makan dan Artinya

Berikut bacaan doa sebelum makan:

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannaar.”

Artinya: "Ya Allah berikanlah keberkahan apa yang telah engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka."

Doa Sesudah Makan dan Artinya

Berikut doa sesudah makan beserta artinya:

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِيْنَ

Alhamdulillahilladzi ath-amanaa wa saqoonaa wa ja'alanaa minal muslimiin.”

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang memberikan makan dan minum kepada kami. Dan Menjadikan kami orang Islam."

Amalan Ketika Makan Sesuai Ajaran Rasulullah

- Awali aktivitas makan dengan bacaan doa sebelum makan.

- Bacalah basamalah.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebutkan amalan baik ketika makan. “Jika seseorang mengucap basmalah pada tiap suapan, maka itu sangat baik hingga hatinya tidak kosong dari dzikir kepada Allah."

- Makanlah makanan yang halal dan sesuai syariat Islam.

- Makan secukupnya saja atau tidak berlebihan. Anjuran ini tertuang surat Al A'raf ayat 31 yang artinya: “Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan,” (QS. Al A'raf: 31).

- Berwudu sebelum dan sesudah makan atau setidaknya mencuci kedua tangan.

- Duduk saat makan dan tidak makan dalam posisi bersandar atau berdiri. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Muslim: “Aku tidak makan sambil bersandar. Aku adalah seorang hamba, maka aku minum seperti minumnya hamba dan makan pun seperti makannya seorang hamba. Janganlah seorang di antara kalian minum sambil berdiri (HR Muslim)".

- Tidak mengumpat atau mencela makanan. Dalam suatu riwayat disebutkan, Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan; Jika ia suka dimakannya, jika tidak suka ditinggalkannya (HR Al Bukhari dan Muslim).

- Makan secara bersama-sama. Dalam hadits riwayat Anas RA disebutkan, Rasulullah SAW tidak pernah makan sendirian.

- Tidak terburu-buru ketika mengambil makanan dan mendahulukan orang tua. Rasulullah SAW pernah bersabda: Yang melayani minuman suatu kaum, hendaknya dialah yang terakhir orang yang minum (HR Attirmidzi).

- Jangan meniup makanan yang masih hangat. Rasulullah SAW melarang orang untuk meniup-niup minuman/makanan (HR Abu Dawud).

- Gunakanlah tangan kanan ketika menyantap makanan. Sebagaimana disebutkan dalam hadis, “Jika seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya pula.” (HR. Muslim).

- Makanlah dari tepian piring.

"Berkat itu turun di tengah-tengah makanan, maka makanlah dari tepi-tepinya dan jangan makan dari tengah-tengahnya" (HR Abu Dawud,Attirmidzi).

- Jangan menggunakan alat makan yang terbuat dari perak atau emas.

- Jangan minum dalam satu kali teguk. Rasulullah jika minum bernafas sampai tiga kali (HR Al Bukhari dan Muslim). Rasulullah SAW melarang orang yang minum dengan membalik mulut kendi langsung ke mulutnya (HR Al Bukhari dan Muslim).

- Menghabiskan makanan dan jangan mubazir.

"Kamu tidak mengetahui di bagian yang manakah makananmu yang berkat." (HR Muslim).

- Jangan memberikan makanan kepada orang lain yang mereka tidak sukai.

- Menjilat tangan hingga bersih.

Dari Ka'ab bin Malik dari bapaknya beliau memaparkan, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam itu makan dengan menggunakan tiga jari dan menjilati jari-jari tersebut sebelum dibersihkan. (HR Muslim).

- Mengucap hamdalah setelah selasai makan. Ada hikmah tersendiri bagi umat muslim yang membaca doa sebelum dan sesudah makan, seperti menghindarkan dari gangguan setan ketika tangah bersantap.

"Sesungguhnya setan akan ikut menyantap makanan yang tidak diawali dengan membaca bismillah sebelum makan. Setan datang dengan memanfaatkan anak kecil ini agar bisa ikut menyantap makanan. Lalu akupun memegang tangannya. Kemudian setan datang lagi dengan memanfaatkan orang itu agar bisa ikut menyantap makanan, lalu aku pegang tangannya. Demi zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya tangan setan itu sedang saya pegang bersamaan saya memegang tangan kedua orang ini." (HR. Ahmad dan Muslim).

Allah SWT juga menyukai hambanya yang banyak berdoa. Karenanya Allah SWT mengajarkan untuk mengucap doa setiap aktivitas dan setiap kesempatan. Ketika seorang hamba tidak mau berdoa, maka itu adalah bentuk kesombongan nyata yang akan berakhir di neraka.

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al Mu’min: 60).

Editor: Safrezi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait