Jenis-Jenis Penyakit Kulit, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Penyakit kulit ada banyak jenisnya, mulai dari yang tidak menular maupun menular, sementara hingga permanen. Berikut jenis-jenis penyakit kulit, penyebab, dan cara mencegahnya.
Image title
21 Oktober 2021, 12:15
Ilustrasi gejala penyakit kulit.
Pixabay
Ilustrasi gejala penyakit kulit.

Penyakit kulit dapat menyerang siapa saja dalam gejala dan tingkat keparahan yang bervariasi. Gangguan kulit dapat bersifat sementara maupun permanen, menyakitkan atau biasa saja. Beberapa memiliki penyebab situasional, sementara yang lainnya mungkin genetik. Ada yang ringan, ada pula yang mengancam nyawa.

Penyakit kulit merupakan penyakit umum yang diderita manusia. Kondisi kulit berkontribusi 1,79 persen dari beban penyakit global di seluruh dunia. Bahkan, American World Academy of Dermatology Association melaporkan bahwa satu dari empat orang di Amerika memiliki penyakit kulit.

Jenis Penyakit kulit

Mengutip Medical News Today, Healthline, dan laman kesehatan terkait lainnya, penyakit kulit bisa dibedakan menjadi dua, yakni yang bersifat permanen dan sementara.

Penyakit Kulit Permanen

Sejumlah kondisi kulit dapat berlangsung seumur hidup. Beberapa dimulai sejak masa kanak-kanak dan berlanjut hingga usia dewasa. Dalam sejumlah kasus, gejalanya tidak selalu ada, tetapi muncul pada waktu-waktu tertentu.

Advertisement

Tahi lalat

Tahi lalat adalah pertumbuhan yang terbentuk ketika sel-sel kulit berkumpul bersama dengan jaringan di sekitarnya. Sebagian besar tahi lalat tidak membahayakan. Banyak orang memiliki tahi lalat. Bahkan, seseorang bisa memiliki sekitar 40 tahi lalat di seluruh tubuh mereka.

Periksa tahi lalat secara teratur untuk setiap perubahan dalam penampilannya, seperti perubahan warna atau peningkatan ukuran, hal ini dapat meminimalisasi risiko kanker kulit.

Dermatitis seboroik

Pada bayi, dokter biasanya menyebut dermatitis seboroik sebagai “cradle cap.” Penyakit ini menyebabkan bercak berminyak dan bersisik terbentuk di kulit bayi, paling sering di kulit kepala mereka.

Pada orang dewasa, dermatitis seboroik dapat muncul di area tubuh mana saja. Kulit yang terkena mungkin akan tampak kemerahan, bengkak, berminyak, hingga munculnya kerak putih atau kuning di permukaan kulit.

Beberapa area kulit yang terkena mungkin tampak lebih gelap atau lebih terang dari biasanya. Gejalanya dapat diringankan dengan perawatan yang teratur. Mengobati dermatitis seboroik mungkin melibatkan penggunaan sampo khusus dan mengoleskan krim obat ke kulit yang terkena.

Rosacea

Rosacea paling sering menyebabkan kemerahan di area wajah. Pada orang dengan kulit gelap, area yang terkena mungkin lebih gelap dan lebih hangat daripada kulit di sekitarnya.

Terdapat empat subtipe rosacea dengan gejala yang berbeda-beda, yaitu

- Rosacea eritematotelangiektasis. Penyakit ini dapat menyebabkan kemerahan hingga terlihatnya pembuluh darah.

- Rosacea okular. Subtipe ini dapat menyebabkan kemerahan dan iritasi pada mata, kelopak mata bengkak, dan sensasi bahwa ada sesuatu di mata.

- Rosacea papulopustular. Gangguan ini dapat menyebabkan pembengkakan, penampilan tidak teratur, jerawat yang mungkin terlihat seperti jerawat

- Rosacea phymatous. Penyakit ini menyebabkan penebalan kulit dan tekstur bergelombang

Tidak ada obat yang diketahui untuk rosacea. Dokter mengobati gejala dengan obat antiinflamasi topikal atau oral.

Lupus

Lupus adalah gangguan autoimun yang kompleks. Penyakit ini menyebabkan peradangan dan rasa sakit. Sementara, efek spesifiknya dapat bervariasi dari orang ke orang.

Lupus dapat menyerang bagian tubuh mana saja, termasuk kulit dengan gejala seperti bercak atau cincin merah, ruam seperti terbakar sinar matahari di hidung dan pipi, ruam melingkar yang tidak gatal atau sakit yang biasanya disertai sakit kepala, demam, kelelahan, dan sendi bengkak, kaku, atau nyeri.

Sembilan dari sepuluh orang dengan lupus adalah wanita, dan wanita dengan kulit lebih gelap tiga kali lebih mungkin untuk terserang penyakit ini. Selain itu, gejala pada orang Afrika-Amerika mungkin lebih parah daripada orang lain. Perawatan untuk lupus termasuk obat-obatan dan pengobatan alternatif.

Psoriasis

Penyakit kulit psoriasis
Penyakit kulit psoriasis (Pixabay)
 

 

Psoriasis adalah gangguan autoimun. Gejala biasanya termasuk bercak gatal pada kulit dengan penampilan yang tidak biasa.

Area kulit yang terkena psoriasis dapat bervariasi dalam ukuran dan tingkat keparahan. Pada orang dengan kulit putih, area yang terkena biasanya berwarna merah atau merah muda dengan sisik putih. Seentara, pada orang Afrika-Amerika mungkin memiliki bercak yang ungu, abu-abu, atau coklat tua.

Terdapat lima jenis utama psoriasis:

- Psoriasis plak, menyebabkan bercak tebal pada kulit.

- Psoriasis pustular, menyebabkan pustula yang dikelilingi oleh kulit yang mungkin berwarna merah.

- Psoriasis eritoderma, menyebabkan area luas yang tampak terbakar.

- Psoriasis terbalik, menyebabkan ruam mengkilap di lipatan kulit, seperti di ketiak atau di sekitar alat kelamin.

- Psoriasis gutata, menyebabkan bintik-bintik kecil di kulit kepala, wajah, dan anggota badan lainnya.

Eksim

Penyakit kulit eksim biasanya berkembang pada awal masa kanak-kanak, tetapi bisa muncul di masa dewasa. Ada beberapa jenis eksim, termasuk dermatitis atopik dan dermatitis kontak.

Eksim dapat menyebabkan ruam di sekitar wajah, kulit kepala, siku, leher, pergelangan tangan, hingga pergelangan kaki. Ruam terasa sangat gatal dan bisa menjadi bergelombang, berubah warna, atau menebal. Pada orang dewasa, ruam dapat menutupi lebih banyak tubuh, menyebabkan area kering dan gatal yang meluas.

Penyakit ini mungkin sembuh dengan sendirinya. Di samping itu, terdapat obat-obatan yang dapat meredakan gejalanya.

Penyakit Kulit Sementara

Beberapa kondisi kulit sembuh seiring waktu atau dengan pengobatan yang tepat. Berikut penyakit kulit sementara, di antaranya:

Jerawat

Penyakit kulit jerawat.
Penyakit kulit jerawat. (Pixabay)
 

 

Jerawat adalah salah satu kondisi kulit yang paling umum. Gejalanya bisa meliputi:

- Pustula, yaitu jerawat dengan nanah di ujungnya.

- Papula, yaitu benjolan yang timbul akibat infeksi pada folikel rambut.

- Nodul, yaitu benjolan nyeri di bawah permukaan kulit.

- Kista, benjolan berisi nanah di bawah permukaan kulit yang cenderung lebih besar dan menyakitkan.

Jerawat dapat disembuhkan dengan bermacam obat-obatan.

Kutil

Human papillomavirus atau lebih dikenal dengan sebutan HPV dapat menyebabkan kutil, yang menular. Benjolan ini dapat muncul di bagian tubuh mana pun, biasanya di tangan, kaki, dan persendian. Mereka cenderung menyerupai warna kulit seseorang atau lebih gelap.

Walaupun terkadang hilang dengan sendirinya, dokter kulit menyarankan untuk menghilangkannya, tergantung pada jenis dan lokasinya.

Kandidiasis

Penyakit ini disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jamur Candida albicans. Jika sudah mempengaruhi kulit, gangguan ini biasa disebut kandidiasis kulit atau moniliasis kulit.

Area kulit yang diserang biasanya akan teriritasi dan memiliki lesi atau pustula kecil. Kandidiasis biasanya berkembang di lipatan kulit, seperti ketiak atau di sekitar selangkangan. Terkadang, mempengaruhi wajah.

Kandidiasis umumnya dapat dicegah dengan meningkatkan kebersihan kulit dan menghindari penggunaan antibiotik yang berlebihan. Untuk mengobatinya, dokter akan meresepkan krim antijamur dan kortikosteroid.

Penyebab Penyakit Kulit

Penyebab umum gangguan kulit yang diketahui meliputi:

- Bakteri terperangkap di pori-pori kulit dan folikel rambut.

- Jamur, parasit, atau mikroorganisme yang hidup di kulit.

- Virus.

- Sistem kekebalan yang melemah.

- Kontak dengan alergen, iritasi, atau kulit orang lain yang terinfeksi.

- Faktor genetik.

- Penyakit yang mempengaruhi tiroid, sistem kekebalan, ginjal, dan sistem tubuh lainnya.

Banyak kondisi kesehatan dan faktor gaya hidup juga dapat menyebabkan perkembangan gangguan kulit tertentu. Beberapa kondisi kulit tidak diketahui penyebabnya.

Penyakit radang usus

Penyakit radang usus adalah istilah untuk sekelompok gangguan usus yang menyebabkan peradangan saluran pencernaan yang berkepanjangan. Gangguan terkait usus ini sering menyebabkan masalah kulit. Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati penyakit ini dapat menyebabkan kondisi kulit tertentu, mulai dari stomatitis hingga vitiligo.

Diabetes

Banyak orang dengan diabetes mengalami masalah kulit sebagai akibat dari kondisi mereka di beberapa titik. Beberapa gangguan kulit ini hanya menyerang penderita diabetes sebab penyakit ini meningkatkan risiko infeksi dan masalah sirkulasi darah. Kondisi kulit terkait diabetes meliputi:

- Infeksi bakteri, seperti bisul, bintit, dan folikulitis.

- Infeksi jamur, seperti kaki atlet, kurap, dan infeksi jamur.

- Akantosis nigrikans.

- Lepuh diabetes.

- Dermopati diabetik.

- Sklerosis digital.

Selain kedua penyakit tersebut, lupus, kehamilan, stres, hingga paparan sinar matahari dapat menyebabkan gangguan kulit yang berbeda-beda pada korbannya.

Mencegah Penyakit Kulit

Gangguan kulit tertentu tidak dapat dicegah, termasuk kondisi genetik dan beberapa masalah kulit akibat penyakit lain. Namun, ada kemungkinan untuk mencegah beberapa gangguan kulit denagn cara-cara sebagai berikut:

- Sering mencuci tangan dengan sabun dan air hangat.

- Hindari berbagi peralatan makan dan gelas dengan orang lain.

- Hindari kontak langsung dengan kulit orang lain yang mengalami infeksi.

- Bersihkan barang-barang di ruang publik, seperti peralatan olahraga, sebelum menggunakannya.

- Jangan berbagi barang pribadi, seperti selimut, sikat rambut, atau pakaian renang.

- Tidurlah setidaknya selama tujuh jam setiap malam.

- Minum banyak air.

- Hindari stres fisik atau emosional yang berlebihan.

- Makan makanan bergizi.

- Dapatkan vaksinasi untuk kondisi kulit menular, seperti cacar air.

Gangguan kulit tidak menular, seperti jerawat dan dermatitis atopik, terkadang dapat dicegah. Teknik pencegahannya bervariasi tergantung pada kondisinya. Berikut beberapa tips untuk mencegah gangguan kulit tidak menular:

- Cuci wajah dengan pembersih lembut dan air setiap hari.

- Gunakan pelembab.

- Hindari alergen lingkungan dan makanan.

- Hindari kontak dengan bahan kimia keras atau iritasi lainnya.

- Tidur setidaknya selama tujuh jam setiap malam.

- Minum banyak air.

- Mengonsumsi makanan sehat.

- Lindungi kulit dari dingin, panas, dan angin yang berlebihan.

Editor: Safrezi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait