Mengenal Curug Malela, Lokasi dan Harga Tiketnya

Curug Malela menjadi lokasi wisata terbaik yang berada di Kabupaten Bandung Barat dengan harga yang murah meriah.
Image title
15 November 2021, 16:40
Curug Malela
Pinterest
Curug Malela

Bagi Anda warga warga Jawa Barat terutama wilayah Bandung Barat dan sekitarnya, akan terasa tidak lengkap apabila belum berkunjung ke kawasan Curug Malela. Curug ini merupakan salah satu pilihan untuk berburu foto, cuci mata dan menyegarkan pikiran selain di Kawah Putih, Kebun Teh Rancabali dan Ranca Upas.

Lokasinya bagai spot tersembunyi di Kabupaten Bandung Barat. Meski demikian tempat ini dekat denga Ciwidey yang cukup terkenal. Namun apabila dibandingkan, Curug Malela belum mendapat banyak perhatian dari pemerintah atau warga.

Namun, seiring berjalannya waktu dan berkat eksposur media sosial, Curug Malela kini diburu wisatawan. Terutama para milenial yang hobi menjelajahi tempat baru sembari bersepeda dan menikmati semilirnya udara pagi.

Adapun secara lokasi, Curug Malela berada di Desa Cicadas, Kecamatan Rongga-Gununghalu, air terjun itu meluncur deras dari ketinggian 60 meter. Menariknya tidak hanya satu kucuran curug yang mengalir, melainkan lima sekaligus.

Kelima kucuran ar terjun itu meluncur secara paralel dengan lebar permukaan 70 meter. Melihat kondisi lebar dan debit airnya besar, Curug Malela sering disebut wisatawan sebagai Niagara Mini. Kucuran airnya mengalir jatuh pada batuan bertingkat tujuh, mencetak panorama yang menakjubkan.

Air yang deras membuat Curug ini memiliki kubangan air atau kolam dibawahnya. Anda juga bisa berenang di dalam kolam ini. Air kolam yang memiliki rasa sejuk cenderung dingin membuat para pengujung tertarik untuk berenang didalamnya.

Jika Anda yang tidak bisa berenang, tidak disarankan berenang di kolam ini. Karena kolam di bawah Curug Malela ini cukup dalam yaitu sekitar 1,5 sampai dua meter.

Apabila ditilik lebih mendalam, keberadaan air Curug Malela berasal dari hulu sumber sungai bagian Utara Gunung Kendeng. Kamu bisa melihat banyak bebatuan besar menghiasi kolam alami di bawah curug ini. Batuan itu pula lah yang membuat Curug Malela terlihat fotogenik.

Jika Anda berniat ke curug nan mempesona ini pastikan bahwa kondisi fisik Anda sedang prima. Karena Anda harus menaiki kendaraan sekitar tiga jam dari pusat Kota Bandung. Selain itu harus melaju sejauh sepuluh kilometer dengan jalanan terjal dan cukup melelahkan. Jangan khawatir selama di jalan Anda akan disuguhi dengan berbagai pesona alam nan menyegarkan. Karena ada banyak hamparan bukit hijau.

Lokasinya berada di perbatasan Kabupaten Cianjur, Kampung Mangdid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat. Bila hendak sampai di Curug Malela dari Cianjur maka hanya membutuhkan jarak tempuh sekitar dua jam saja.

Harga Tiket dan Fasilitas Curug Malela

Agar Anda bisa leluasa masuk ke area wisata Curug Malela, maka harus menyiapkan kocek sebesar Rp10.000 dan biaya parkir kendaraan dari Rp5.000 hingga Rp8.000.

Meski harga tiket tergolong murah, fasilitas yang ada di Curug ini tidak terlalu terawat karena akses untuk mencapai lokasi Curug ini cukup sulit. Warga sekitar juga banyak membangun warung makan yang menyediakan banyak aneka makanan dan minuman seperti soto, mie instan, dan masih banyak lagi.

Dalam perkembangannya telah dibangun sebuah properti bangunan yang berfungsi sebagai panggung ataupun menara pandang beserta sign board atau papan penanda. Bangunan ini berada beberapa meter di depan air terjun.

Bagi para pelancong yang hendak bermalam juga mudah ditemukan area penginapan di sekitar curug tersebut. Harga sewa tempat menginap juga bervariasi dari Rp400.000 permalam hingga Rp800.000 per-malam.

Selain digunakan sebagai spot untuk menikmati pemandangan air terjun yang sangat mempesona, juga sebagai spot foto yang keren. Bangunan ini juga dilengkapi dengan jembatan di atas aliran air terjun Malela. Ini merupakan spot terbaru yang baru dibangun belum lama ini.

Para pengunjung direkomendasikan untuk datang berwisata pada musim kemarau. Karena pada saat itu debit air sedang menurun sehingga aliran air tidak terlalu deras dan bisa digunakan bermain air meski tidak memiliki skill berenang.

Editor: Safrezi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait