32 Kata-kata Bijak Islami dari Al-Quran, Tokoh Islam, dan Sastrawan

Membaca kata-kata bijak islami dapat membantu menenteramkan hati sekaligus mengingat Allah Swt.
Image title
25 November 2021, 12:22
Kata-kata bijak islami tercantum dalam firman Allah Swt. melalui Al-Quran
Unsplash/The Dancing Rain
Kata-kata bijak islami tercantum dalam firman Allah Swt. melalui Al-Quran

Agama Islam mengajarkan banyak hal kepada pengikutnya. Al-Quran sebagai kitab suci mengandung ayat-ayat sebagai pedoman hidup. Para tokoh Islam melalui pemikiran dan karya mereka juga mengajarkan umat Islam tentang berbagai aspek kehidupan.

Menjalani kehidupan di dunia tidak selalu lancar. Berbagai rintangan akan selalu datang. Tetapi, penting bagi seorang muslim untuk selalu mengingat Allah Swt. Yakin bahwa cobaan yang dialami akan berlalu, seperti firman Allah SWT. dalam surah Al-Baqarah ayat 286.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya.

Sebagai penenteraman hati, berikut kumpulan kata-kata bijak islami dari Al-Quran, tokoh Islam, dan sastrawan.

Advertisement

Kata-Kata Bijak Islami dari Al Quran dan Tokoh Agama Islam

  1. “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” ― Q.S. Al Baqarah [2:153].

  2. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”” ― Q.S. Al Baqarah [2:286].

  3. “Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” ― Q.S. An Nahl [16:97].

  4. “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” ― Q.S. Al A’raf [7:96].

  5. “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.’” ― Q.S. Ibrahim [14:7].

  6. “Ada dua orang yang selalu kelaparan dan tidak pernah merasa kenyang. Mereka ialah penuntut ilmu dan pemburu harta. Namun, usaha pemburu harta tidak lain untuk merusakkan dan menjual dirinya. Sebaliknya, penuntut ilmu berupaya mendapatkan hal-hal yang dapat memberi petunjuk dan memperbaiki dirinya.” ― Nabi Muhammad SAW dalam Hadis Riwayat Tirmidzi.

  7. “Maju sebagai hamba Islam, mengatur orang-orang secara ekonomi, sosial, pendidikan dan politik dan saya yakin bahwa Anda akan menjadi kekuatan yang diterima oleh semua orang.” ― Muhammad Ali Jinnah.

  8. “Wahai anakku! Dunia ini bagaikan samudra tempat banyak ciptaan-ciptaan-Nya yg tenggelam. Maka jelajahilah dunia ini dengan menyebut nama Allah. Jadikan ketakutanmu pada Allah sebagai kapal-kapal yang menyelamatkanmu. Kembangkanlah keimanan sebagai layarmu, logika sebagai pendayung kapalmu, ilmu pengetahuan sebagai nakhoda perjalananmu dan sabar sebagai jangkar dalam setiap badai dan cobaan.” ― Ali bin Abi Thalib ra.

  9. “Perbuatan buruk yang menjadikanmu bersedih, lebih baik di sisi Allah dari pada perbuatan baik yang membuatmu bangga.” ― Ali bin Abi Thalib ra.

  10. “Lakukanlan kebaikan dan jangan kau meremehkannya, sesungguhnya hal kecilnya adalah sesuatu yang besar dan sedikitnya adalah sesuatu yang banyak.” ― Ali bin Abi Thalib ra.

  11. “Dosa yang menyebabkan pelakunya sadar dan mengakui kesalahannya, lebih baik daripada perbuatan baik yang menjadikan pelakunya sombong dan takabur.” ― Ibnu Athaullah As-Sikandari.

  12. “Yang mampu memangku kekhalifahan ini adalah orang yang tegas tapi tidak sewenang-wenang, lembut tapi tidak lemah, murah hari tapi tidak boros, hemat tapi tidak kikir. Hanya orang seperti itulah yang mampu.” ― Khalifah Umar bin Khattab.

  13. “Jika Allah menghendaki kebaikan dalam kekuasaan seseorang, ia mengutus malaikat yang akan mengingatkan firman-firman Tuhannya bila ia lupa dan membantunya di saat ia ingat. Begitu pula bila Allah menghendaki sebaliknya, ia akan menjadikan iblis sebagai penasihatnya, yang tidak akan mengingatkan apabila ia lupa, dan tidak membantunya di kala ia ingat.” ― Aisyah ra.

  14. “Aku berwasiat kepada kalian semua supaya bertakwa kepada Allah Swt. dan juga supaya memuji-Nya dengan pujian-pujian yang memang Allah berhak atasnya. Gabungkanlah harapan di hati kalian dengan kecemasan dan gabungkanlah keinginan yang menggebu di hati kalian dalam meminta sesuatu dengan mengucapkan permintaan tersebut.” ― Abu Bakar ra.

Kata-Kata Bijak Islami dari Para Sastrawan

  1. “Kamu seorang Muslimah. Kecewa seumur hidup bukanlah cara hidup Islam kerana Allah melarang hamba-hambaNya hidup berputus asa.” ― Ramlee Awang Murshid.

  2. “Sebab hidup ini adalah ibadah kepada Allah, maka tugas kehambaan kita adalah mengemudi hati menujuNya.” ― Salim Akhukum Fillah.

  3. “Penderitaan yang sesungguhnya adalah ketika kamu kehilangan kepercayaan diri dan harapan. Ketika Allah tak ada dalam tujuan hidupmu ” ― Helvy Tiana Rosa.

  4. “Di setiap udara yang kau temukan, Di sana akan kau jumpai Allah yang senantiasa mendengar doamu.” ― Asma Nadia.

  5. “Ilmu terbaik adalah yang diamalkan. Waktu terbaik, yang dioptimalkan. Cinta terbaik, yang dihalalkan. Harta terbaik, yang disedekahkan. Manusia terbaik, yang bermanfaat bagi manusia lain.” ― Ahmad Rifa'i Rif'an.

  6. “Lepaskanlah. Maka besok lusa, jika dia cinta sejatimu, dia pasti akan kembali dengan cara mengagumkan. Ada saja takdir hebat yang tercipta untuk kita. Jika dia tidak kembali, maka sederhana jadinya, itu bukan cinta sejatimu. Hei, kisah-kisah cinta di dalam buku itu, di dongeng-dongeng cinta, atau hikayat orang tua, itu semua ada penulisnya.
    Tetapi kisah cinta kau, siapa penulisnya? Allah. Penulisnya adalah pemilik cerita paling sempurna di muka bumi. Tidakkah sedikit saja kau mau meyakini bahwa kisah kau pastilah yang terbaik yang dituliskan.” ― Tere Liye.

  7. “Ya Rabb, Engkaulah alasan semua kehidupan ini. Engkaulah penjelasan atas semua kehidupan ini. Perasaan itu datang dariMu. Semua perasaan itu juga akan kembali kepadaMu. Kami hanya menerima titipan. Dan semua itu ada sungguh karenaMu...
    Katakanlah wahai semua pencinta di dunia. Katakanlah ikrar cinta itu hanya karenaNya. Katakanlah semua kehidupan itu hanya karena Allah. Katakanlah semua getar-rasa itu hanya karena Allah. Dan semoga Allah yang Maha Mencinta, yang Menciptakan dunia dengan kasih-sayang mengajarkan kita tentang cinta sejati.
    Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakan hakikatNya. Semoga Allah sungguh memberikan kesempatan kepada kita untuk memandang wajahNya. Wajah yang akan membuat semua cinta dunia layu bagai kecambah yang tidak pernah tumbuh. Layu bagai api yang tak pernah panas membakar. Layu bagai sebongkah es yang tidak membeku.” ― Tere Liye.

  8. “Bagi orang-orang yang beriman, dimana pun ia bisa rukuk dan sujud kepada Allah, maka ia menemukan bumi cinta. Dan sesungguhnya dunia ini adalah bumi cinta bagi para pecinta Allah Ta'ala. Bumi cinta yang akan mengantarkan kepada bumi cinta yang lebih abadi dan lebih mulia yaitu surganya Allah.” ― Habiburrahman El Shirazy.

  9. “Kekhawatiran tak menjadikan bahayanya membesar. Hanya dirimu yang mengerdil. Tenanglah, semata karena Allah bersamamu. Maka tugasmu hanya berikhtiar. Dan di sana pahala surga menantimu.” ― Salim A. Fillah.

  10. “Allah, bersama-Mu tak ada jalan buntu.” ― Asma Nadia.

  11. “Jangan berharap dunia yang berubah, tapi diri kita lah yang harus berubah. Ingat anak-anakku, Allah berfirman, Dia tidak akan mengubah nasib sebuah kaum, sampai kaum itu sendirilah yang melakukan perubahan. Kalau kalian mau sesuatu dan ingin menjadi sesuatu, jangan hanya bermimpi dan berdoa, tapi berbuatlah, berubahlah, lakukan saat ini. Sekarang juga!” ― Ahmad Fuadi.

  12. “Allah tidak pernah salah membuat kejadian-kejadian di dunia. Kita mungkin sering merasa tidak pantas sakit. Kita tidak seharusnya terjerembab. Kita lalu bertanya. Kenapa mesti kita? Padahal ada hikmah yang ingin disampaikan Allah. Ada makna. Hanya saja, akal manusia terbatas sekali untuk menangkap arti kejadian itu. Hanya jiwa yang bijak dan ikhlas saja yang mampu mengerti kata-kata Allah.” ― Muthmainnah.

  13. “Saya tak tahu, berapa waktu yang tersisa untuk saya. Satu jam, satu hari, satu tahun, sepuluh, lima puluh tahun lagi? Bisakah waktu yang semakin sedikit itu saya manfaatkan untuk memberi arti keberadaan saya sebagai hamba Allah di muka bumi ini? Bisakah cinta, kebajikan, maaf dan syukur selalu tumbuh dari dalam diri, saat saya menghirup udara dari Yang Maha?” ― Helvy Tiana Rosa.

  14. “Jangan takut jatuh, karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal hanyalah orang-orang yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, karena dengan kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua.” ― Hamka.

  15. “Tuhan, di dunia dan akhirat aku ingin mengabdi pada api Islam abadi. Pimpin aku! Berkati perjuanganku! Tuhan, aku ingin maju menerjang rintangan engkar di dadaku biar menggema Allahu Akbar! Allahu Akbar!” ― Hamka.

  16. “Karena Allah menjanjikan barangsiapa yang menutup aib saudaranya, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Itu janji yang hebat sekali. Kalaupun ada saudara kita yang tetap membahasnya, mengungkitnya, kita tidak perlu berkecil hati. Abaikan saja. Dia melakukan itu karena ilmunya dangkal. Doakan saja semoga besok lusa dia paham.” ― Tere Liye.

  17. “Lahir dan mati adalah takdir Allah. Kita tidak mampu mengetahuinya. Pun tiada kekuatan bisa menebaknya. Kita tidak bisa memilih orangtua, tanggal, tempat...Tidak bisa. Itu hak mutlak Allah. Kita tidak bisa menunda, atau memajukannya walau sedetik.” ― Tere Liye.

  18. “Siapa yang menuntut ilmu dengan niat yang ikhlas, dia mendapat kehormatan sebagai mujahid, pejuang Allah. Bahkan kalau mati dalam proses mencari ilmu, dia akan diganjar dengan gelar syahid, dan berhak mendapat derajat premium di akhirat nanti. Tidak main-main, Rasulullah sendiri yang mengatakan agar kita menuntut ilmu dari orok sampai menjelang jatah umur kita expired. Uthlub ilma minal mahdi ila lahdi. Tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat.” ― Ahmad Fuadi.

Editor: Safrezi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait