Penyebab dan Cara Mengatasi Kucing Tidak Mau Makan

Hilangnya nafsu makan kucing bisa berakibat fatal. Karenanya penting untuk memahami penyebab dan cara mengatasi kucing tidak mau makan.
Image title
1 Desember 2021, 15:58
Cara mengatasi kucing tidak mau makan.
Pexels.com/Freestocks.org
Cara mengatasi kucing tidak mau makan.

Mencukupi asupan makanan kucing merupakan syarat bagi mereka yang hendak memelihara hewan peliharaan yang satu ini. Namun, ada kalanya, hewan mungil ini menolak untuk makan.

Hilangnya nafsu makan pada hewan peliharaan bisa berakibat fatal. Ketika kucing tidak cukup makan, mereka akan mengandalkan cadangan lemak sebagai energi. Tapi, sebelum digunakan untuk bahan bakar, lemak harus diproses oleh hati, sehingga perlu pasokan protein yang cukup.

Dengan penurunan berat badan yang cepat pada kucing yang mogok makan, persediaan protein pun akan segera habis dan hati bakal kewalahan oleh semua lemak. Hal ini menyebabkan kondisi berbahaya yang dikenal sebagai lipidosis hati, yang dapat menyebabkan gagal hati.

Hilangnya nafsu makan kucing sering kali menunjukan adanya suatu penyakit, sehingga pemilik mesti berkonsultasi dengan dokter hewan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Advertisement

Penyebab Kucing Tidak Mau Makan

Mengutip pets.webmd.com, ada beberapa hal yang menjadi penyebab kucing tidak mau makan, yakni:

  • Penyakit

Kehiangan nafsu makan bisa menjadi indikator bahwa ada sesuatu yang salah pada kucing. Ada beberapa kondisi yang kemungkinan menjadi penyebabnya, di antaranya infeksi, pankreatitis, gagal ginjal, masalah usus, hingga kanker. Bukan hanya penyakit serius, sakit gigi pun bisa menjadi penyebab kucing tidak mau makan.

  • Vaksinasi

Kehilangan nafsu makan pada kucing dapat disebabkan oleh reaksi negatif terhadap suntikan vaksin. Kehilangan nafsu makan adalah salah satu efek samping umum dari suntikan vaksin yang biasanya bersifat sementara dan ringan.

  • Perjalanan dan Lingkungan yang Asing

Perubahan rutinitas dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan. Selain itu, sejumlah hewan mengalami mabuk perjalanan saat bepergian dengan mobil atau pesawat, yang dapat menyebabkan mual dan kesulitan makan.

  • Masalah Psikologis

Jika dokter hewan sudah memastikan tidak ada sakit secara fisik yang menyebabkan kucing mogok makan, maka kecemasan atau depresi bisa menjadi alasan kucing tidak mau makan.

Berbagai perubahan dalam lingkungan mereka juga dapat mengganggu kucing, dan terkadang kehadiran orang baru dapat memengaruhi kestabilan emosional kucing. Selain itu, hewan ini pada umumnya membutuhkan waktu lama untuk menyesuaikan diri dengan jenis makanan baru, sehingga perubahan pola makan bisa menjadi penyebabnya.

Cara Mengatasi Kucing Tidak Mau Makan

Meneruskan catatan Preventive Pet, ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk membujuk kucing makan, yakni:

1. Lingkungan makan

Ada beberapa kucing yang suka ditemani saat makan, dan ada juga yang lebih suka makan sendirian dengan tenang.

Jika Anda memiliki kucing yang sangat penyayang dan mudah bergaul, duduk dan membelai mereka saat sedang makan mungkin dapat meningkatkan nafsu makannya. 

Di sisi lain, jika kucing Anda cenderung suka makan sendiri, letakkan makanan mereka di tempat yang bisa mereka makan tanpa terganggu oleh manusia dan hewan peliharaan lainnya. Karena, bisa jadi di lokasi biasa kucing makan ada sesuatu yang mereka takuti.

2. Coba berbagai jenis mangkuk

Mengganti mangkuk dengan jenis yang berbeda bisa memengaruhi nafsu makan kucing. Anda bisa mencoba beberapa mangkuk untuk menemukan wadah yang pas yang mereka sukai. Atau, Anda bisa mencoba temukan piring atau mangkuk lebar dengan sisi yang dangkal sehingga kecil kemungkinan kucing harus menempelkan kumisnya ke mangkuk.

3. Pertimbangkan cara lain untuk memberi makan

Ada beberapa kucing yang lebih suka makan dengan cara berburu dan makan sedikit demi sedikit sepanjang hari. Sehingga, pemberian makan yang mengharuskan kucing bergerak mungkin akan lebih menarik minat mereka.

4. Menjaga makanan tetap segar

Kucing memutuskan apa yang akan mereka makan berdasarkan bau dan rasa. Sama seperti manusia yang tidak menyukai sisa makanan atau makanan basi, kucing pun demikian. Saat makanan disimpan, terutama makanan kaleng, baunya, rasanya, dan semuanya akan mengering.

Makanan kaleng yang dibiarkan terlalu lama, antara 20–45 menit, tergantung pada makanan dan seberapa hangatnya makanan tersebut, dapat menyebabkannya menjadi kering dan keras. Hal tersebut menyebabkan serangga atau bakteri dapat dengan mudah menjangkiti makanan. 

Jika kucing Anda tidak makan dalam waktu 30 menit, angkat makanannya (masukkan ke dalam lemari es jika kalengan) dan taruh lagi pada waktu makan berikutnya yang telah dijadwalkan.

Jika beberapa cara di atas tidak berhasil, segera konsultasikan masalah tersebut dengan dokter hewan agar mencegah kondisi yang lebih parah dan terjadinya hal-hal yang tidak dinginkan.

Editor: Safrezi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait