Mengulas Tari Gantar, Kesenian Tradisional dari Kalimantan Timur

Salah satu tari tradisional yang berasal dari Kalimantan Timur adalah Tari Gantar. Kesenian ini mengandung makna suka cita dalam menanam padi agar hasilnya berlimpah.
Image title
3 Desember 2021, 11:46
Pementasan Tari Gantar yang berasal dari Kalimantan Timur
instagram/ve_elii25
Pementasan Tari Gantar yang berasal dari Kalimantan Timur

Tari Gantar berasal dari Suku Dayak Benuaq dan Dayak Tunjung di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Kesenian ini merupakan jenis tarian pergaulan antara muda mudi yang dipentaskan dalam upacara selamatan untuk memohon berkah kepada Dewi Sri atau Dewi Padi. Hal tersebut dijelaskan oleh Drs. Ida Bagus Sudirga dalam buku Agama Hindu SMA.

Pada zaman dahulu, setelah selesai menampilkan Tari Gantar, seekor kerbau disembelih sebagai korban. Menurut kepercayaan masyarakat, jika darah kerbau yang disembelih menyembur dengan sangat deras, berarti hasil panen akan berlimpah.

Mengutip Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Tari Gantar melambangkan kegembiraan dan juga keramahan Suku Dayak dalam menyambut tamu yang datang berkunjung, baik sebagai wisatawan, investor, atau para tamu yang dihormati. Bahkan, mereka diajak menari bersama para penari.

Properti Tari Gantar

Properti tari adalah adalah perlengkapan yang tidak termasuk kostum, tidak termasuk pula perlengkapan panggung, tetapi merupakan perlengkapan penari. Misalnya kipas, pedang, tombak, panah, topeng, dan piring.

Advertisement

Secara umum, fungsi atau tujuan penggunaan properti tari yaitu sebagai penambah nilai estetika tarian yang ditampilkan serta sebagai media dalam penyampaian pesan dan makna dari tarian yang dipentaskan.

Busana yang digunakan untuk Tari Gantar adalah tenun ulap doyo, yaitu kain tenun yang terbuat dari serat daun doyo, tanaman sejenis pandan yang berserat kuat. Sedangkan properti Tari Gantar terdiri dari:

  • Senak: tongkat panjang.
  • Kusak: Bambu berisi biji-bijian.
  • Pesapu: lkat kepala yang banyak dikenakan oleh para penari pria suku Dayak Benuaq dan Tunjung di Kalimantan Timur. Terbuat dari kain atau batik.

Tari Gantar menggambarkan gerakan orang yang tengah menanam padi. Penari menggunakan properti senak sebagai kayu penumbuk untuk melubangi tanah. Sedangkan kusak berisi padi-padian yang melambangkan benih padi dan wadahnya.

Jenis Tari Gantar

Bersumber dari Ensiklopedia Musik dan Tari Daerah di Kalimantan Timur, ada beberapa jenis Tari Gantar, yaitu:

1. Gantar Rayatan

Tari Gantar Rayatan hanya menggunakan satu alat, yaitu kayu yang panjang. Pada ujung kayu diikatkan tengkorak manusia yang dibungkus dengan kain merah dan dihiasi dengan gebang, yaitu sejenis pohon palem. Para penari berkeliling sambil bernyanyi.

Pada pinggang penari terikat mandau, yaitu senjata tradisional khas Kalimantan berbentuk parang, bersarung khas atau kumpang, berujung runcing, bagian punggung biasanya berukir, gagangnya terbuat dari tanduk rusa yang diberi hiasan bulu kambing atau ekor kuda.

Penari berkeliling sambil menyanyi (bergurindam). Apabila tidak memegang tongkat, mereka mengelewai (melambaikan tangan sesuai irama).

2. Gantar Busai

Jenis Tari Gantar Busai menggunakan properti bambu yang diisi dengan biji-bijian. Para penari memegangnya di tangan sebelah kanan, sedangkan tangan kiri tidak memegang apa pun. Saat menari, tangan kiri melambai-lambai sesuai irama.

Tangan kanan yang memegang bambu digerakkan sehingga keluar bunyi gemerincing. Jumlah bambu atau gantar sesuai dengan jumlah penarinya. Penari berkelompok untuk menampilkan tarian.

3. Gantar Kusak

Jenis Tari Gantar Kusak membutuhkan dua properti, yaitu senak atau tongkat yang dipegang pada tangan kiri dan kusak (bambu) berisi biji-bijian di tangan kanan. Kusak dipegang dengan telapak tangan telentang dan siku ditekuk.

Senak biasanya berukuran satu sampai seperempat meter, sedangkan kusak dengan 30cm yang diisi dengan biji-bijian dan ujungnya diberi penutup yang disebut dengan ibus, yaitu sejenis pohon palem.

Gerakan Tari Gantar

Gerakan yang ditampilkan saat menari Tari Gantar adalah sebagai berikut.

  • Gerakan memegang kusak: Keempat jari tangan yang memegang kusak menggenggam dari bawah ke atas, sedangkan ibu jari melingkari kusak dari atas.
  • Posisi kusak saat digenggam: Pada saat menggerakkan tangan yang memegang kusak, sudut siku sebesar 25 hingga 45 derajat untuk menggerakkan kusak. Pergelangan tangan ikut digerakkan agar kusak berbunyi.
  • Gerakan memegang senak: Keempat jari tangan memegang senakl dan menggenggam dari sisi luar ibu jari hingga menutup dari atas ujung senak.
  • Posisi senak: Saat diangkat, bagian bawah senak kurang lebih satu jengkal dari lantai dan ditaruh kembali hingga ujung bawah. Senak bertumpu di dasar lantai bagian depan ujung jari kaki kiri. Saat kaki melangkah, senak diangkat. Begitu pula saat kaki diletakkan, senak bertumpu pada lantai.

Makna Tari Gantar

Menurut artikel oleh Euis Yuniastuti dalam Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 15, No. 3, makna Tari Gantar awalnya hanya ditarikan pada saat upacara adat saja. Tari Gantar merupakan tarian yang dilaksanakan pada saat upacara pesta tanam padi.

Properti tari menggunakan sebuah tongkat panjang melambangkan kayu yang digunakan untuk melubangi tanah pertanian dan bambu pendek adalah tabung benih padi yang siap ditaburkan pada lubang tersebut.

Gerakan kaki dalam Tari Gantar menggambarkan cara menutup lubang tanah untuk menanam padi. Para pemuda dan pemudi dengan suka cita menarikan tari tersebut dengan harapan panen kelak akan berlimpah ruah hasilnya.

Editor: Safrezi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait