8 Hewan Purba yang Masih Hidup di Indonesia

Hewan purba merupakan hewan yang hidup di masa lalu selama ribuan tahun atau lebih. Sebagian hewan zaman purba ini masih bertahan hidup sampai sekarang. Berikut daftar hewan purba di Indonesia.
Dwi Latifatul Fajri
8 Desember 2021, 17:49
Hewan Purba
pixabay.com/alexstrachan

Hewan purba adalah hewan yang hidup di masa lalu kemudian mengalami kepunahan. Tapi, tidak semua hewan purba mengalami kepunahan. Ada beberapa hewan yang masih bertahan baik di laut dan di darat.

Contoh hewan yang sudah punah adalah megalodon, dinosaurus, dan titanoboa. Hewan-hewan tersebut hidup di berbagai zaman dan ukurannya sangat besar.

Berbicara soal hewan purba, manusia ikut bertanggung jawab pada lingkungan. Hewan-hewan ini terancam punah karena populasi mereka semakin sedikit.

Beberapa hewan yang mengalami kepunahan akibat perburuan manusia, penebangan pohon, kebakaran, dan kesulitan mencari makanan. Manusia ikut mendorong beberapa hewan yang diprediksi mengalami kepunahan.

Advertisement

Contoh hewan di Indonesia yang mengalami kepunahan yaitu Orang Utan, Bekantan, Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, Badak, banteng, dan masih banyak lagi.

Hewan Purba Di Indonesia

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati dan hewani yang menarik untuk diketahui. Ada berbagai spesies hewan purba yang ada di Indonesia. Hewan ini tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Contohnya saja komodo yang tinggal di Pulau Komodo.

  • Komodo

Wisata Super Prioritas Labuan Bajo di Masa Pandemi
Wisata Super Prioritas Labuan Bajo di Masa Pandemi (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

 

Komodo termasuk hewan purba di Indonesia yang terancam punah. Komodo merupakan biawak besar yang tinggal di pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Diperkirakan hewan ini bisa berumur 50 tahun di alam bebas.

Panjang komodo sekitar 2-3 meter dan beratnya mencapai 100 kg. Hewan karnivora ini bisa saja menyerang manusia dari dekat. Menurut ilmuwan, fosil komodo ditemkan di Australia Timur dari 4 juta tahun yang lalu.

  • Ikan Arwana

KONTES ARWANA SUPER RED
KONTES ARWANA SUPER RED (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)

 

Ikan arwana merupakan ikan hias yang berukuran besar dan memiliki warna yang indah. Ternyata, ikan arwana termasuk hewan zaman purba yang sudah ada di bumi sejak 220 juta tahun yang lalu.

Dahulu ikan besar ini tinggal di sungai dan danau air yang tenang. Mereka memakan ikan-ikan di sekitar sungai. Ikan arwana bisa ditemukan di sungai Amazon, benua Afrika, Asia, dan Australia.

Di Indonesia, ada ikan arwana super red yang berada di Sungai Kapuas dan danau Sentarum di Kalimantan Barat.

  • Buaya

    BUAYA TERJERAT BAN DI PALU
    BUAYA TERJERAT BAN DI PALU (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)

Buaya termasuk hewan purba yang masih hidup di bumi. Di Indonesia, buaya bisa ditemukan di sungai Kalimantan. Hewan yang hidup di dua alam ini ada beberapa jenis seperti buaya muara dan aligator di Amerika.

Nenek moyang buaya hidup sekitar 205 juta tahun yang lalu. Buaya masih satu kerabat dengan reptil purba raksasa yaitu Crocodilesaurus, panjangnya mencapai 30 meter. Kemudian badan buaya semakin mengecil karena pengaruh lingkungan.

  • Trenggiling

    Trenggiling
    Trenggiling (pixabay.com/alexstrachan)

Trenggiling termasuk hewan purba yang kini mulai punah. Hewan ini hidup di hutan hujan tropis dan dataran rendah di Asia Tenggara. Di Indonesia, ada jenis Trenggiling Jawa (Manis Javanica) yang hidup di pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali.

Trenggiling termasuk hewan purba yang berhasil hidup hingga sekarang. Bentuk tubuh hewan ini memiliki sisik besar dan kasar, untuk perlindungan diri. Jika diganggu, trenggiling akan menggulung tubuh menjadi lingkarang seperti bola. Berdasarkan penelitian, trenggiling termasuk hewan karnivora yang hidup 50 juta tahun yang lalu.

  • Penyu

    PENYU HIJAU DI PANTAI PALOH
    PENYU HIJAU DI PANTAI PALOH (ANTARA FOTO/Victor Fidelis Sentosa/jhw/foc.)

Penyu termasuk hewan purba yang tinggal di dalam lautan. Ketika musim bertelur, penyu akan ke daratan untuk menetaskan telurnya. Penyu Belimbing(Dermochelys coriacea) sudah ada sejak 100 juta tahun yang lalu.

Penyu ini memiliki cangkang keras untuk melindungi tubuhnya. Biasanya penyu bersarang di sekitar pantai daerah tropis. Pada musim tertentu, perairan di Indonesia didatangi penyu untuk proses bertelur.

  • Ikan Raja Laut (Coelacanth)

    Ikan Raja Laut
    Ikan Raja Laut (www.independent.co.uk)

Ikan raja laut termasuk ikan purba yang hidup di lautan. Di Indonesia, ikan raja laut termasuk satwa yang dilindungi karena populasinya semakin sedikit. Spesies ikan ini ada di perairan Manado Sulawesi Utara dan Raja Ampat, Papua.

Ikan purba ini diperkirakan sudah ada sekitar 380 juta tahun yang lalu. Sekitar 65 juta tahun lalu ikan yang diyakini punah, ditemukan dalam keadaan hidup. Ikan ini hidup di perairan sekitar 180 meter di bawah laut.

  • Belangkas

    Belangkas
    Belangkas (ksdae.menlhk.go.id)

Belangkas termasuk hewan yang tidak memiliki tulang belakang (avertebrata) yang hidup di perairan dangkal. Hewan ini tinggal di kawasan hutan mangrove. Nama lain belangkas adalah kepiting tapal kuda, mimi, atau mintuna.

Belangkas termasuk hewan purba yang hidup sekitar 400 sampai 250 juta tahun yang lalu. Ciri-ciri hewan ini memiliki ekor panjang dan bentuk bulat menyeramkan.

Kepiting Tapal Kuda ini bisa ditemukan di perairan Asia Tenggara dan Amerika Utara. Biasanya mereka memakan telur kepiting untuk bertahan hidup. Belangkas hidup di sekitar pulau Rupat, Bengkalis provinsi Riau. 

Mengutip dari menlhk.go.id, ada 3 jenis belangkas yang ada di Indonesia yaitu Belangkas besar besar (Tachypleus gigas), Belangkas tiga duri (Tachypleus tridentatus) dan Belangkas padi (Carcinospius rotundicauda).

  • Ikan Pari

    Larangan Penangkapan Pari Manta
    Larangan Penangkapan Pari Manta (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Ikan pari yang hidup di laut Indonesia, ternyata termasuk hewan purba yang bisa bertahan. Ikan Pari diketahui hidup sekitar 100 juta tahun lalu, kemudian mengalami evolusi.

Editor: Safrezi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait