25 Contoh Peribahasa Indonesia tentang Kehidupan

Peribahasa banyak digunakan dalam kehidupan keseharian orang pada masa dulu dan diturunkan dari generasi ke generasi, karena dianggap sebagai jalan yang paling mudah bagi mereka untuk memberi nasihat,
Image title
7 Januari 2022, 11:57
Ilustrasi peribahasa
Pexels/Karolina Grabowska
Ilustrasi kata-kata mutiara kehidupan

Peribahasa adalah salah satu bentuk gaya bahasa yang berupa ungkapan tradisional atau suatu kiasan bahasa yang berupa kalimat atau kelompok kata yang bersifat padat, ringkas, sederhana dan berisi tentang norma, nilai, nasihat, perbandingan, perumpamaan, prinsip dan aturan tingkah laku.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, peribahasa merupakan suatu kelompok kata atau kalimat yang memiliki makna tertentu yang berisikan kalimat ringkas, berisi tentang perbandingan, nasihat dan tingkah laku manusia. Kalimat ini sering diselipkan dalam percakapan untuk menasehati, membandingkan, atau menyindir seseorang.

Peribahasa banyak digunakan dalam kehidupan keseharian orang pada masa dulu dan diturunkan dari generasi ke generasi, karena dianggap sebagai jalan yang paling mudah bagi mereka untuk memberi nasihat, teguran atau sindiran. Demikian sebaliknya, isinya mudah ditangkap oleh pihak yang dinasehati.

Jenis Jenis Peribahasa 

  1. Bidal atau pameo, yakni pepatah dengan kandungan ungkapan yang bisa berarti ejekan atau sindiran hingga peringatan. Contoh peribahasa jenis pameo misalnya malu bertanya, maka sesat di jalan yang bermakna jangan takut bertanya ketika tidak tahu sehingga hidup terarah.
  2. Pepatah, yakni jenis peribahasa yang makna khususnya adalah untuk nasihat serta ajaran. Biasanya pepatah adalah berasal dari orang tua zaman dulu yang umum dipakai untuk mematahkan dari lawan bicaranya. Contohnya misalnya bagai bumi dan juga langit yang maknanya adalah perbedaan yang amat sangat jauh atau biar lambat, asalkan selamat yang maknanya segala sesuatu tidak boleh dilakukan terburu-buru.
  3. Perumpamaan, yakni isinya kata yang ungkapkan kondisi dan kelakuan seseorang sehingga bisa diambil perbandingannya dari alam sekitarnya. Perumpamaan umumnya diawali dengan kata “bak”, “bagai” dan lainnya. Contoh perumpamaan di peribahasa Indonesia misalnya bagai pinang yang dibelah dua yang artinya adalah sama persis dimana bisa ditujukan pada orang atau bisa juga kondisi.
  4. Ungkapan, adalah kalimat kiasan terkait keadaan dan kelakuan seseorang. Umumnya ungkapan dinyatakan dengan beberapa patah kata atau pepatah. Contoh dari ungkapan peribahasa dan artinya seperti besar kepala yang artinya sombong atau panjang tangan yang berarti suka mencuri.
  5. Tamsil, yaitu kalimat kiasan yang tujuannya adalah untuk membandingkan sesuatu hal ataupun perkara. Contoh tamsil yang paling sering di dengar yakni tua-tua keladi yang makin tua makin menjadi.
  6. Semboyan, yakni kumpulan kata, kalimat hingga frasa yang umum digunakan menjadi prinsip hingga pedoman. Contoh semboyan misalnya rajin pangkal pandai dan hemat pangkal kaya.

Contoh Peribahasa Beserta Artinya 

  1. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Artinya Pekerjaan yang berat akan terasa ringan apabila dikerjakan bersama-sama.
  2. Bagai katak dalam tempurung. Artinya seseorang yang wawasannya kurang luas, bodoh, picik.
  3. Ada udang di balik batu. Artinya Ada maksud tertentu.
  4. Semut di sebrang lautan tampak, Gajah di kelopak mata tidak tampak. Artinya kesalahan kecil orang di perlihatkan atau di bicarakan, diri sendiri punya kesalahan besar sprti tidak merasa bersalah.
  5. Air susu dibalas air tub. Artinya kebaikan dibalas dengan kejahatan.
  6. Air tenang menghanyutkan. Artinya orang pendiam biasanya banyak ilmu.
  7. Air beriak tanda tak dalam. Artinya orang yang sombong biasanya bodoh.
  8. Karena nila setitik, rusak susu sebelangga. Artinya hanya karena kesalahan kecil yang nampak tiada artinya seluruh persoalan menjadi kacau dan berantakan.
  9. Besar pasak daripada tiang. Artinya besar penegluaran daripada pendapatan.
  10. Bagai air di daun talas. Artinya orang yang tidak tetap pendiriannya.
  11. Di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung. Artinya Hendaklah kita menuruti adat-istiadat setempat.
  12. Seperti harimau menyembunyikan kuku. Artinya orang yang tak mau menyombongkan kelebihannya.
  13. Air yang tenang jangan disangka tak berbuaya artinya Seseorang yang diam dan tenang jangan dianggap tidak berisi/berilmu.
  14. Ada gula ada semut. Artinya di mana ada kebaikan, pasti ada kejahatan.
  15. Badai pasti berlalu. Artinya segala penderitaan pasti ada akhirnya.
  16. Bagai bumi dan langit. Artinya dua hal yang mempunyai perbedaan sangat jauh. Contoh : Naik sepeda dengan naik mobil, kecepatannya “bagai bumi dan langit”
  17. Bagai musuh dalam selimut. Artinya orang terdekat yang diam-diam berkhianat.
  18. Kacang lupa akan kulitnya. Artinya orang sombong yang lupa asal-usulnya.
  19. Tak ada gading yang tak retak. Artinya segala sesuatu tidak ada yang sempurna, pasti ada cacatnya.
  20. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian artinya Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.
  21. Seperti padi, kian berisi, kian merunduk. Artinya semakin tinggi ilmunya, semakin rendah hatinya.
  22. Sambil menyelam minum air. Artinya mengerjakan suatu pekerjaan, dapat pula menyelesaikan pekerjaan atau masalah yang lain.
  23. Sepandai-pandai tupai meloncat, jatuh juga. Artinya tidak ada orang yang sempurna, setiap orang pasti pernah berbuat kesalahan/kejahatan/kegagalan.
  24. Murah dimulut, mahal ditimbangan. Artinya mudah sekali berjanji tetapi tidak pernah menepati.
  25. Tangan merentang bahu memikul. Artinya berani berbuat harus berani bertanggung jawab.

Advertisement
Editor: Safrezi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait