Tambah 106 Orang, Positif Corona di Indonesia Tembus 2.000 Kasus

Jumlah pasien yang sembuh bertambah 16 menjadi 150 orang dan pasien yang meninggal juga bertambah 10 menjadi 191 orang.
Rizky Alika
4 April 2020, 16:14
virus corona, covid-19, jakarta lockdown, lockdown, update corona, kasus positif corona, pasien corona, data corona terkini
ANTARA FOTO/Maulana Surya/hp.
Relawan memasang poster bertajuk Desain Poster untuk Indonesia Bersama Lawan Corona di halaman Roemah Rakyat, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2020). Desain poster yang juga dipamerkan di sosial media tersebut dibuat sebagai media informasi, edukasi, sekaligus pemantik spirit kebersamaan untuk bangsa Indonesia bersatu padu melawan virus COVID-19.

Jumlah kasus baru virus corona Covid-19 hingga Sabtu (4/4) kembali bertambah. Meski penambahannya lebih rendah dari hari sebelumnya, kasus baru hari ini mencapai 106 kasus. 

Juru bicara penanganan nasional virus corona Achmad Yurianto mengatakan dengan tambahan ini maka total kasus corona RI mencapai 2.092 orang. Jumlah pasien yang sembuh bertambah 16 menjadi 150 orang dan pasien yang meninggal juga bertambah 10 menjadi 191 orang.  

“Sebaran kasus muncul akibat pergerakan orang tanpa gejala. Banyak kasus positif tanpa keluhan apa pun dari kota besar.” kata Yurianto saat konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (4/4).

(Baca: Singapura Tutup Sekolah dan Tempat Kerja Satu Bulan)

Advertisement

Yurianto kembali memperingatkan upaya terbaik dalam mencegah penularan corona ialah dengan tidak pergi ke luar kota. Dia mengatakan dengan berdiam di rumah, secara tak langsung mereka telah melindungi orang berusia lanjut atau memiliki penyakit pendahulu.

"Jangan melakukan perjalanan ke mana pun. Apakah ke kampung sodara atau yang lain. Ini upaya kita hentikan penularan,” kata Yurianto.

Selain itu dia juga meminta masyarakat menjaga interaksi sosial serta mencuci tangan dengan sabun seama 20 detik. Sedangkan bagi mereka yang tertular harus menjalani isolasi dengan tertib.

“Mari kita jaga saudara yang sakit agar perawatannya maksimal,” kata Yurianto.

(Baca: IDI Konfirmasi 18 Dokter Meninggal Terkait Pandemi Virus Corona)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait