Wabah Corona Meluas di Tiongkok, 52 Orang Meninggal, 3 Dokter Positif

Tiga dokter asal beijing positif terinfeksi virus corona setelah pulang dari Wuhan, daerah awal ditemukannya kasus virus ini.
Safrezi Fitra
26 Januari 2020, 10:26
Seorang staf medis merawat seorang pasien dengan pneumonia yang disebabkan oleh virus corona baru di Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan, di Wuhan, provinsi Hubei, China, Rabu (22/1/2020). Foto diambil tanggal 22 Januari 2020.
ANTARA FOTO/REUTERS/cnsph
Seorang staf medis merawat seorang pasien dengan pneumonia yang disebabkan oleh virus corona baru di Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan, di Wuhan, provinsi Hubei, China, Rabu (22/1/2020). Foto diambil tanggal 22 Januari 2020.

Jumlah korban tewas akibat wabah virus corona jenis baru di Tiongkok bertambah menjadi 52 orang. Tiga orang dokter asal Beijing juga positif terkena virus ini sepulang dari Wuhan, Provinsi Hubei. Wilayah ini merupakan daerah pertama ditemukannya kasus itu.

Berbagai sumber yang dihimpun Antara menyebutkan total wabah virus corona hingga kini mencapai 1.287 kasus. Mulai dari positif hingga yang terduga, di seluruh wilayah daratan Tiongkok.

Dari jumlah itu, sebanyak 549 kasus di antaranya berasal dari Provinsi Hubei. Sebanyak 85 orang dinyatakan negatif dan telah diizinkan meninggalkan ke rumah sakit. Di Beijing terdapat 51 kasus, termasuk tiga orang dokter.

(Baca: Kendalikan Wabah Virus Corona, Tiongkok Kucurkan Anggaran Rp 2 T)

Advertisement

Ketiga dokter ini positif mengidap virus 2019-nCoV. Dua di antaranya telah melakukan perjalanan ke Wuhan, sedangkan satunya lagi sempat duduk bersama dengan seorang pengidap dalam salah satu rapat di Wuhan. Adapun jarak Beijing-Wuhan sekitar 1.500 kilometer.

Akibat banyaknya kasus yang terjadi, Dinas Lalu Lintas Jalan Raya Kota Beijing menutup semua akses kendaraan penumpang dan barang antarprovinsi. Salah satu perusahaan bus antarprovinsi dari Bandar Udara Internasional Daxing, Beijing, telah menghentikan layanan ke luar provinsi sejak Sabtu (25/1).

(Baca: Dampak Virus Corona, Industri Penerbangan Global Terancam Rugi)

Sejak Jumat (25/1) petugas kesehatan dibantu aparat kepolisian mendatangi setiap rumah atau apartemen di Beijing untuk memastikan tidak ada warga dari Wuhan atau baru saja bepergian dari Wuhan. Sampai saat ini Distrik Dongcheng masih belum ditemukan kasus wabah. 

Sebanyak 150 petugas medis dari Army Medical University diterbangkan dari Kota Chongqing menuju Wuhan untuk membantu penangangan wabah mematikan itu pada, Kamis (24/1), atau H-1 Tahun Baru Imlek di China.

(Baca: Waspada Virus Corona, Ini Langkah Pencegahannya)

Virus yang ditularkan oleh ular dan kelelawar ini awalnya ditemukan di Pasar Huanan, Wuhan, Provinsi Hubei itu. Virus corona jenis baru ini menyerang paru-paru dan mematikan.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait