Jokowi Minta Masyarakat Tak Berkonflik Karena Urusan Politik

Dimas Jarot Bayu
4 April 2019, 08:23
Jokowi Minta Masyarakat Tak Berkonflik Karena Urusan Politik
Katadata | Arief Kamaludin
Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat tetap menjaga kerukunan di tahun politik ini. Jangan sampai masyarakat berkonflik dan menjadi terpecah-belah karena urusan politik.

"Jangan sampai karena peristiwa politik, kita lupa bahwa kita saudara," kata Jokowi dalam acara Peringatan Isra Mi'raj Tingkat Kenegaraan di GOR Pandawa, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (3/4).

Jokowi mengungkapkan sebenarnya Indonesia dikenal dengan masyarakatnya yang rukun. Banyak pemimpin-pemimpin negara lain yang memuji kerukunan ini, Salah satunya berasal dari Ibu Negara Afghanistan, Rhula Ghani.

(Baca: Pilpres 2019 Lebih Keras, SBY Khawatir Masyarakat Terbelah)

Alasannya, Indonesia merupakan negara dengan 269 juta penduduk. Ada 714 suku dengan 1100 lebih bahasa daerah di Tanah Air. Namun, kerukunan di Indonesia dapat terjaga dengan baik hingga saat ini. "Beliau (Rula Gani) sangat memuji kerukunan kita," ujar Jokowi.

Hanya saja, Jokowi menilai masyarakat Indonesia saat ini terkadang mudah tersulut oleh urusan politik, seperti politisi. Mereka berbicara panjang lebar soal politik, meski hanya di warung kopi atau warung bakso, tapi terkadang perdebatannya melebihi politisi. 

Seharusnya, kata Jokowi, masyarakat Indonesia bisa lebih bijak dan bisa meredam emosi terhadap berbagai persoalan yang ada. Jika tidak, dia khawatir kondisi di Afghanistan bisa terjadi di Indonesia. Negara tersebut dilanda perang saudara selama lebih dari 40 tahun.

(Baca: Jokowi: Intoleransi Sering Terjadi karena Pengaruh Politik)

 

Menurut Jokowi, Afghanistan sebenarnya merupakan negara yang kaya dan damai. Perang terjadi karena ada dua suku bertikai di sana. Peristiwa di negara ini dapat menjadi contoh bahwa konflik bisa membuat negara mengalami kemunduran dan menimbulkan kerugian yang sangat besar.

"Siapa yang dirugikan? pertama wanita, kedua anak-anak. Ini yang harus jadi pengalaman kita semuanya," kata Jokowi.

Advertisement
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait