Cerita Jokowi Dicegat Warga Saat Kampanye di Sorong

Menurutnya, kondisi yang sama juga bisa terjadi saat berkampanye di Ngawi, Jawa Timur, jika cuaca saat itu tidak hujan.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
3 April 2019, 08:38
Cerita Jokowi Dicegat Warga Saat Kampanye di Sorong.
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) bersama Ibu Iriana Joko Widodo.

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menceritakan pengalamannya saat berkampanye di Sorong, Papua Barat beberapa hari lalu. Dia beberapa kali dicegat dan diberhentikan warga setempat ketika berkampanye di daerah tersebut.

Awalnya, Jokowi direncanakan untuk berkampanye di Sorong pada pukul 21.00 WITA, Senin (1/4). Namun, dia terlambat datang, karena pesawat yang membawanya baru bisa sampai di Bandara Domine Eduard Osok pada pukul 21.30 WITA.

(Baca: Gelar Kampanye Terbuka, Jokowi ke Papua, Prabowo Pilih ke Jawa Tengah)

Perjalanan dari bandara menuju lokasi rapat umum di Aimas Convention Centre sebenarnya hanya berjarak 12 kilometer. Dengan jarak tersebut, dia memperkirakan waktu tempuh hanya 15 menit menggunakan kendaraan. Hanya saja, waktu tempuhnya menjadi 1,5 jam.

"Karena apa? di jalan dicegati terus sama masyarakat," kata Jokowi di GOR Bung Hatta, Ngawi, Jawa Timur, Selasa (2/4).

Jokowi menjelaskan dirinya dicegat hampir setiap kilometernya. Warga Sorong ini ingin menyalami dan mengajak berswafoto dan Jokowi pun akhirnya memenuhi keinginan warga. Dia keluar dari mobil, menyalami, dan berswafoto dengan mereka. Hal ini terjadi berkali-kali.

(Baca: PoliticaWave: Sentimen Positif Jokowi Tertinggi Saat Kenalkan 'Dilan')

Menurut Jokowi, baru di Indonesia ada Presiden yang mau lewat dapat dicegat oleh warganya. Tak ada Presiden di negara lain melakukan hal serupa. "Biasanya kalau Presiden mau lewat, jalannya bersih," ujarnya.

Karena kejadian ini, Jokowi baru tiba di Aimas Convention Centre pukul 23.15 WITA. Jokowi mengatakan, dirinya sebenarnya sudah tak boleh lagi berkampanye karena sudah melewati pukul 23.00 WITA. Namun, kampanye tetap dilakukan.

Anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Pramono Anung meyakinkannya untuk tetap berorasi sebentar. Alasannya, Jokowi sudah jauh-jauh ke Sorong dari Manado, Sulawesi Utara. Akhirnya Jokowi pun berorasi selama 15 menit.

Jokowi meyakini kejadian serupa sebenarnya bisa saja terjadi ketika dia berkampanye di Ngawi kemarin. Sebab, jumlah massa pada kampanye kali ini diperkirakan sekitar 8-9 ribu orang. Massa pun membludak hingga ke luar GOR Bung Hatta. Beruntung cuaca hujan, sehingga massa tak terlalu banyak yang memintanya bersalaman dan swafoto. 

"Kalau enggak hujan, mungkin dicegat," kata Jokowi. (Baca: Hujan Deras Tak Surutkan Antusiasme Pendukung Jokowi)

 

Video Pilihan

Artikel Terkait