Rudiantara Minta Jaringan Komunikasi MRT Jakarta Tak Dikomersialkan

Area MRT termasuk ruang publik (common space) yang seharusnya bisa dimanfaatkan semua orang.
Cindy Mutia Annur
2 April 2019, 12:27
Rudiantara Minta Jaringan Komunikasi MRT Jakarta Tak Dikomersialkan
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Rudiantara Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo)  Rudiantara meminta agar PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta tidak mengkomersialisasikan infrastruktur telekomunikasi dalam layanan transportasinya secara berlebihan. Alasannya, area MRT termasuk ruang publik (common space) yang seharusnya bisa dimanfaatkan semua orang.

Dia mengatakan pihak Kominfo melalui Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) tengah memfasilitasi operator seluler dengan pihak MRT Jakarta terkait masalah pemasangan infrastruktur telekomunikasi di jalur transportasi tersebut. Tidak semua hal di layanan transportasi bisa dikomersilkan. Harus ada daerah-daerah yang menjadi ruang publik.

“Jadi istilahnya tidak berbisnis di situ, tapi kalau ada cost (biaya) harus di-cover (dibayar),” ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (1/4).

(Baca: "Bicara Data" William Sabandar: Hitungan Tarif dan Skema Bisnis MRT)

Advertisement

Rudiantara mencontohkan ketika biaya untuk membangun infrastruktur dan operasional telekomunikasi sebesar Rp 100 juta, maka biaya yang dikeluarkan harus sesuai. Jangan sampai malah dikomersialkan menjadi Rp 200 juta atau berlipat-lipat lebih besar. Lain hal untuk area di luar ruang publik yang bisa dikomersialkan.

Selain itu, Rudiantara menjelaskan bahwa aspek keselamatan merupakan hal yang penting khususnya di ruang publik. Untuk itu, ia mengimbau agar penyelenggara infrastruktur telekomunikasi MRT Jakarta tidak mencampuradukkan antara aspek kebutuhan masyarakat tersebut dengan komersial.

“Namanya bisnis itu kompetisi, sedangkan ini masalah safety (keselamatan), ada di bawah tanah, di common space, jadi jangan komersial lah,” ujar Rudiantara.

(Baca: Kontroversi Tarif MRT Jakarta karena Disebut Tak Libatkan Anggota DPRD)

MRT Jakarta diduga memasang tarif tinggi kepada operator telekomunikasi yang ingin masuk dalam jaringannya. Makanya, saat ini baru dua operator seluler yang menggelar jaringan di MRT Jakarta, yakni Telkomsel dan Smarfren. Sementara, Indosat Ooredoo, XL Axiata, dan Hutchison 3 Indonesia (Tri) dikabarkan masih dalam proses negosiasi.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait