Resmikan 3 KEK, Jokowi Targetkan Serap Investasi Rp 110 Triliun

KEK Bitung, Morotai, dan Maloy Batuta ditargetkan dapat menyerap 120 ribu tenaga kerja.
Safrezi Fitra
1 April 2019, 13:24
Jokowi Resmikan KEK Bitung, Morotai, dan Maloy Batuta Trans Kalimantan, di Manado, Sulawesi Utara, Senin (1/4).
Kemenko Perekonomian
Jokowi Resmikan KEK Bitung, Morotai, dan Maloy Batuta Trans Kalimantan, di Manado, Sulawesi Utara, Senin (1/4).

Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) meresmikan tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kawasan Timur Indonesia. Ketiga KEK ini ditargetkan bisa menarik investasi hingga Rp 110 triliun dan menyerap 120 ribu tenaga kerja.

Dia berharap dengan adanya KEK, industri pengolahan dan industri lainnya bisa berkembang di dalam negeri. “Sehingga kita tidak lagi sekedar mengekspor bahan mentah, melainkan produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi,” kata Jokowi dalam keterangannya saat peresmian tiga KEK tersebut di Manado, Senin (1/4).

Ketiga KEK yang diresmikan hari ini adalah KEK Bitung di Sulawesi Utara, KEK Morotai di Maluku Utara, dan KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) di Kalimantan Timur. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan targetan yang akan dicapai dari ketiga KEK tersebut.

(Baca: Jokowi Resmikan 3 Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia Timur)

KEK Bitung fokus industri pengolahan kelapa, industri pengolahan perikanan, industri farmasi, dan logistik. KEK ini ditargetkan dapat menarik investasi Rp 35,2 triliun dan menyerap 34.710 tenaga kerja serta dapat memberikan efek terhadap perekonomian nasional hingga Rp 92,1 triliun pada 2025.

KEK Bitung telah mendatangkan beberapa investor dengan total komitmen investasi sebesar Rp 3,8 triliun. Salah satunya adalah Futai Indonesia yang bergerak di bidang industri pengolahan kertas daur ulang dengan komitmen investasi sebesar Rp 2,8 triliun.

“Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mendukung keberlangsungan KEK Bitung diantaranya adalah Pelabuhan Hub Internasional Bitung dan Jalan Tol Manado–Bitung,” kata Darmin yang menjabat Ketua Dewan Nasional KEK.

(Baca: Darmin Evaluasi Syarat Izin Kawasan Ekonomi untuk Mitigasi Bencana)

Pada Pelabuhan Hub Internasional Bitung, telah dibangun Terminal Petikemas Bitung dengan kapasitas 500 ribu Teus per tahun. Sementara itu, Jalan Tol Manado-Bitung sedang dalam proses pembangunan dan ditargetkan dapat beroperasi di bulan Oktober tahun 2019. Jalan Tol sepanjang 39,9 kilometer ini memiliki kapasitas 14 ribu kendaraan per hari.

Kemudian KEK Morotai yang fokus pada industri pengolahan perikanan, pariwisata, dan logistik. KEK ini ditargetkan dapat menarik investasi Rp 37,24 triliun dan menyerap 30 ribu tenaga kerja. KEK Morotai diproyeksikan berkontribusi terhadap perekonomian nasional hingga Rp 1,45 triliun pada tahun 2025.

Hingga kini, KEK Morotai telah menghadirkan komitmen investasi sebesar Rp 455 miliar, berasal dari PT Jababeka Morotai yang juga merupakan pengelola KEK tersebut. Investasi ini diwujudkan melalui pembangunan loft studio senilai Rp 150 miliar, serta street mall dengan nilai investasi Rp80 miliar. Dalam waktu dekat juga akan masuk pelaku usaha baru, yakni EBD Paragon yang membangun hotel/resort senilai US$ 15 juta (Rp 225 miliar).

(Baca: Terkendala Masalah Lahan, Target Peresmian KEK Maloy Batuta Tertunda)

Sementara KEK MBTK memiliki kegiatan utama industri pengolahan kelapa sawit, industri energi, dan logistik. KEK ini ditargetkan mampu menarik investasi sebesar Rp 37,71 triliun dan menyerap 55.700 tenaga kerja. KEK MBTK diproyeksikan berkontribusi pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kutai Timur sebesar Rp 4,67 triliun pada tahun 2025.

KEK MBTK telah mendatangkan beberapa investor dengan total komitmen investasi sebesar Rp 995 miliar. Investor tersebut di antaranya Kilang Kaltim Continental yang bergerak di bisnis kilang BBM dengan komitmen investasi sebesar Rp 945 miliar dan Anugerah Energitama yang bergerak di bidang bisnis tangki timbun dengan komitmen investasi Rp 50 miliar.

Dengan peresmian 3 KEK ini, maka total KEK yang telah beroperasi genap menjadi 10 KEK. Dua KEK lainnya, yakni KEK Sorong dan KEK Tanjung Api-Api ditargetkan untuk beroperasi pada semester I tahun ini.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait