Harga Minyak Membaik, Pendapatan Elnusa Naik 34,6% Tahun Lalu

"Karena mulai membaiknya harga minyak tidak serta merta menaikkan harga jasa hulu migas,” ujar Tolingul
Image title
19 Februari 2019, 17:07
Elnusa.jpg
KATADATA/

PT Elnusa Tbk. mengumumkan keberhasilannya memecahkan rekor pendapatan sebesar Rp 6,6 triliun tahun lalu. Pendapatan usaha ini naik 34,6% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 4,9 triliun. membaiknya harga minyak menjadi salah satu faktor keberhasilan perseroan membukukan pendapatan yang tinggi.

Direktur Utama Elnusa Tolingul Anwar mengatakan pencapaian rekor ini tak lepas dari strategi perseroan menggenjot jasa hulu migas berbasis non-aset serta jasa distribusi & logistik energi. Strategi yang efektif membuat Elnusa berhasil kembali memecahkan rekor pendapatan usaha tertinggi dari sebelumnya.

"Kami meyakini bahwa hasil ini tergolong wajar ditengah kondisi industri migas saat ini. Karena mulai membaiknya harga minyak tidak serta merta menaikkan harga jasa hulu migas,” ujar Tolingul melalui keterangan resmi Elnusa, Selasa (19/2).

(Baca: Porsi Penggunaan Produk Lokal di Industri Hulu Migas Naik Sejak 2016)

Advertisement

Peningkatan kinerja jasa hulu migas berbasis non-aset dilakukan dengan memenangkan peluang-peluang bisnis Engineering, Procurement, Construction – Operation & Maintenance (EPC-OM) dengan kontrak-kontraknya yang bersifat multiyears.
Selain itu, peningkatan volume thruput terjadi pada jasa distribusi dan logistik energi. Peningkatan tersebut melalui unit usahanya seperti jasa transportasi Bahan Bakar Minyak (BBM), perdagangan BBM industri marine maupun manajemen depo.

Membaiknya bisnis hulu migas membuat kinerja anak usaha PT Pertamina (Persero) ini pun terangkat. Secara komposisi pendapatan, jasa hulu migas memberikan kontribusi sebesar 40% dan jasa distribusi logistik energi sebesar 56%, sedangkan sisanya sebesar 4% disumbangkan oleh jasa penunjang.

Dengan naiknya pendapatan usaha, emiten berkode saham ELSA ini berhasil mengantongi laba bersih pada tahun 2018 senilai Rp 276 miliar. Nilai ini meningkat 11,7% dari laba bersih tahun 2017 yang senilai Rp 247 miliar. 

(Baca: Pertamina Siap Tingkatkan Eksplorasi Migas di Timur Indonesia)

Tolingul optimistis, kinerja Elnusa bisa lebih baik lagi pada tahun-tahun mendatang. Hal ini ditopang dengan perolehan kontrak multiyears yang telah diterima pada bisnis non-aset tadi. Selain itu ada peluang besar dan geliat jasa distribusi dan logistik energi, serta nilai tambah total solution services yang mereka berikan untuk jasa klien.

Elnusa Total Solution Services merupakan rangkaian jasa yang ditawarkan Elnusa untuk menyelesaikan permasalahan klien. Saat ini mereka melakukan jasa tersebut secara parsial, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama dengan harga yang lebih mahal. “Elnusa memiliki jasa terintegrasi dari hulu hingga hilir migas, serta berbagai jasa penunjangnya," kata Tolingul.

Elnusa adalah perusahaan jasa hulu migas nasional yang telah berdiri sejak 1969. Adapun beberapa bisnis hulu migas yang dikerjakan antara lain jasa seismik (geoscience services: land, transition & marine zone sertadata processing), jasa pengeboran, jasa pemeliharaan lapangan migas dan jasa engineering procurement construction – operation maintenance (production & operation maintenance services), serta jasa penunjangnya.

Saat ini Elnusa melayani perusahaan migas nasional mau pun internasional, antara lain Pertamina, BP, Conoco Phillips dan lain-lain. Elnusa memiliki enam anak perusahaan yang bergerak dalam bisnis jasa penunjang migas, jasa distribusi & logistik energi dan jasa penunjang lainnya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait