74 Cekungan Migas Potensial Ditawarkan ke Investor

"Saat ini ada 74 cekungan yang belum diapa-apakan dari total 128 cekungan yang ada di wilayah Indonesia," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto
Safrezi Fitra
13 Februari 2019, 11:03
Skk Migas
Arief Kamaludin | Katadata
Tahun ini SKK Migas sedang fokus untuk mengelola 10 cekungan migas potensial yang belum tergarap. Ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan cadangan migas nasional.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menawarkan 74 cekungan minyak dan gas bumi (migas) potensial kepada investor. Selama ini potensi migas pada cekungan tersebut belum termanfaatkan.

"Saat ini ada 74 cekungan yang belum diapa-apakan dari total 128 cekungan yang ada di wilayah Indonesia," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, seperti dikutip Antara, Rabu (13/2). Dia mengungkapkan hal ini dalam seminar nasional dan dialog Tantangan dan Peluang Baru dalam Pengelolaan SDA di Indonesia Pascarevolusi Industri 4.0, di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (12/2).

Pemanfaatan potensi migas belum dikelola dengan baik selama ini. Makanya, produksi cenderung menurun dan cadangan migas nasional sulit bertambah. Dengan memanfaatan cekungan yang belum dikelola, diharapkan bisa diperoleh cadangan migas baru yang dapat menambah produksi nasional.

(Baca: Jumlah Blok Migas Terus Turun ke Titik Terendah 10 Tahun Terakhir)

Advertisement

Tahun ini SKK Migas sedang fokus untuk mengelola 10 cekungan migas potensial yang belum tergarap. Ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan cadangan migas nasional. 

Dwi berharap pemanfaatan cekungan migas tersebut berhasil dengan baik. Dengan begitu, produksi migas nasional bisa meningkatkan. Harapannya, produksi minyak bisa mencapai lebih dari 1 juta barel per hari (bph), seperti yang pernah dicapai beberapa tahun lalu.

Saat ini, produksi minyak di Indonesia tergolong rendah dan terus menurun setiap tahun. Jumlah produksi minyak yang dihasilkan oleh perusahaan migas nasional dan asing mencapai 770 ribu barel per hari. Padahal, kebutuhan dalam negeri Indonesia di atas 1 juta barel

"Peningkatan produski migas akan terus dilakukan, karena pendapatan negara dari sektor tersebut cukup besar mencapai Rp 215 triliun," kata Dwi.

(Baca juga: Demi Tingkatkan Investasi, SKK Migas Buka Data Seismik)

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait