Jokowi: Saya Sedih Dapat Kabar Kepala Daerah Ditangkap KPK

"Jangan dipikir saya senang, saya juga sedih tengah malam atau pagi-pagi tiba-tiba dapat berita," kata Jokowi
Ameidyo Daud Nasution
6 Juli 2018, 17:05
rumah tahanan KPK
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Petugas berjaga di depan rumah tahanan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku merasa sedih apabila mendengar para kepala daerah yang seringkali ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini dikatakan Jokowi di depan para Bupati yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).

Dia kerap kali mendengar gubernur, bupati, atau walikota yang tersangkut masalah korupsi, paling tidak dalam seminggu sekali. Oleh sebab itu dia meminta para kepala daerah untuk berhati-hati. "Jangan dipikir saya senang, saya juga sedih tengah malam atau pagi-pagi tiba-tiba dapat berita," kata Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional XI Apkasi di Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (6/7).

Oleh sebab itu Jokowi mewanti-wanti agar kepala daerah tidak bermain dengan korupsi, serta gratifikasi. Namun nagi mereka yang tidak bersentuhan dengan hal-hal itu maka tidak perlu takut ke depannya.

"Kalau tidak bersentuhan tidak perlu takut," kata Jokowi. (Baca: Jokowi akan Segera Terbitkan Perpres Baru Pencegahan Korupsi)

Advertisement

Bupati Tanah Bumbu yang juga Ketua Apkasi Mardani A. Maming juga menyampaikan keprihatinannya. Apalagi, sangat banyak kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi. Menurutnya, ada lebih dari 300 bupati yang saat ini sedang tersandung masalah hukum.

Dia berharap hal ini tidak menimbulkan kecurigaan dan persepsi masyarakat bahwa setiap bupati adalah koruptor. "Tapi juga jangan sampai orang tidak mau menjadi bupati karena (takut)  ditangkap," kata dia.

(Baca: Mantan Napi Dilarang Nyaleg, Jokowi: KPU Berwenang Membuat Aturan)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait