Bertemu Presiden Bank Dunia, Jokowi Cari Cara Cegah Manusia Kerdil

"Stunting ini masalah yang menurut saya pribadi sangat penting," kata Jokowi
Ameidyo Daud Nasution
4 Juli 2018, 13:12
Jokowi dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim
www.setkab.go.id
Presiden Jokowi bersama Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/7)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi ini menerima rombongan Bank Dunia yang dipimpin Presidennya yakni Jim Yong Kim di Istana Bogor. Salah satu yang datang menemani Jim bertemu Jokowi adalah Country Director of the World Bank Indonesia Rodrigo Chavez.

Jokowi mengatakan fokus pembicaraannya dengan Jim membahas masalah stunting (kerdil). Jokowi menginginkan pemberantasan stunting ini dilakukan secara berkesinambungan dan melibatkan seluruh pihak. "Stunting ini masalah yang menurut saya pribadi sangat penting," kata Jokowi saat membuka pertemuan ini, Rabu (4/7). 

(Baca: Anak Pendek, Tantangan Besar Jokowi di Tahun Terakhir Pemerintahan)

Dia mengatakan kepada Jim, ada beberapa langkah yang dapat digunakan dalam pemberantasan stunting. Pertama menggunakan teknologi, kedua mengundang keterlibatan pihak swasta, serta ketiga melibatkan masyarakat (civil society). pemerintah akan memprioritaskan penggunaan teknologi.

Advertisement

Jokowi sempat menyinggung salah satunya adalah penggunaan kecerdasan buatan dalam membantu pencegahan stunting. Namun dirinya tidak menjelaskan lebih lanjut. Mantan Walikota Solo tersebut juga mengungkapkan keterlibatan swasta juga penting lantaran anggaran pemerintah saja tidak cukup untuk mengurangi stunting.

"Saya khawatir apabila kami mengandalkan (uang) pemerintah saja, maka progresnya akan pelan," ujar dia. (Baca: Cegah Penduduk Kerdil Jadi Fokus Jokowi Setelah Infrastruktur)

Usai pembicaraan, Jokowi akan mengunjungi salah satu Posyandu yang berada di kawasan Bogor. Sedangkan beberapa Menteri yang menemani Jokowi diantaranya adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

(Baca Ekonografik: 1 dari 3 Balita Indonesia Derita Stunting)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait