Jepang Ajukan Minat Biayai Proyek MRT Jalur Timur-Barat Jakarta

"Mereka menyatakan bersedia untuk membiayai tapi untuk seksi di Jakarta saja," kata William.
Ameidyo Daud Nasution
29 Juni 2018, 11:06
MRT Jakarta
Arief Kamaludin|Katadata
Pekerja melakukan aktifitas pembangunan proyek Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan bundaran HI, Jakarta, Rabu, (14/12).

Jepang mengajukan minat sebagai investor yang akan membiayai pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Fase III. Namun, negara tersebut tidak mau menginvestasikan dananya untuk seluruh proyek tersebut.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan pihak Jepang telah menawarkan diri untuk membiayai trase MRT yang disebut MRT East - West. Dari total panjang proyek kereta ini yang mencapai 87 kilometer dari Cikarang hingga Balaraja, Jepang hanya ingin berinvestasi pada jalur di wilayah Jakarta sepanjang 27 kilometer.

"Mereka menyatakan bersedia untuk membiayai, tapi untuk seksi di Jakarta saja," kata William di Jakarta, Kamis (28/6). (Baca: Darmin Buka Peluang Proyek MRT Timur-Barat Tanpa Utang Jepang)

Meski Jepang telah menyatakan minat, hingga saat ini belum ada keputusan mengenai sumber pembiayaan untuk pembangunan MRT fase III. William menjelaskan ada beberapa opsi pendanaan proyek ini, mulai dari pinjaman kepada pemerintah seperti MRT fase I dan II, hingga Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Advertisement

Keputusan akhir mengenai skema pembiayaan proyek ini berada di tangan pemerintah. William mengaku akan terus mendorong proses penentuan pembiayaan agar segera diputuskan dalam waktu dekat ini. Targetnya tahun ini harus sudah diputuskan, sehingga MRT Jakarta bisa segera menginisiasi pembangunannya.

(Baca: MRT Jakarta Akan Uji Coba Perjalanan pada 9 Agustus 2018)

William menambahkan untuk pinjaman proyek Fase II (Bundaran HI - Kampung Bandan) akan direalisasikan pada bulan depan. Nilai utang untuk pembangunan proyek ini mencapai Rp 25 triliun. Rinciannya, sebesar Rp 22,5 triliun untuk pekerjaan Fase II dan sisa Rp 2,5 triliun untuk pendanaan Fase I (Lebak Bulus - Bundaran HI).

"Mudah-mudahan bisa selesai 2024," kata William yang menargetkan proyek dimulai akhir tahun ini.

Direktur Konstruksi MRT Jakarta Silvia Halim menambahkan proyek MRT Fase II akan terdiri dari delapan stasiun. Kedelapannya adalah Stasiun Sarinah, Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok, Stasiun Kota, hingga Stasiun Kampung Bandan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait