Garuda Targetkan 1,2 Juta Penumpang pada Periode Lebaran 2018

"Pergerakan penumpang yang signifikan sudah mulai terlihat pada periode 8-10 Juni 2018 dengan rata-rata peningkatan 30-40%," kata Pahala
Image title
11 Juni 2018, 16:20
Target GATF Surabaya
ANTARA FOTO/Moch Asim

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia memproyeksi jumlah angkutan penumpang pada periode musim libur  Idul Fitri 1439 Hijriah mencapai 1,2 juta penumpang. Jumlah tersebut meningkat sebesar 3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury memperkirakan puncak arus mudik Lebaran 2018 akan terjadi pada tanggal 13-14 Juni 2018 mendatang. Adapun, jumlah angkutan penumpang pada periode puncak arus mudik diperkirakan mencapai 144 ribu penumpang pada puncak arus mudik tersebut.

"Pergerakan penumpang yang signifikan sudah mulai terlihat pada periode 8-10 Juni 2018 dengan rata-rata peningkatan pergerakan penumpang mencapai 30-40 persen dari periode reguler," ujarnya di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Tangerang pada Senin (11/6).

(Baca: 80% Tiket Kursi Tambahan Mudik Sriwijaya Sudah Terjual)

Advertisement

Pada periode libur Lebaran 2018, Garuda bersama anak perusahaannya Citilink, menyiapkan 150 ribu kursi penerbangan ekstra untuk mengantisipasi peningkatan penumpang mudik dan balik. Kursi tambahan disiapkan sejak tanggal 8 Juni 2018 hingga 24 Juni 2018, baik untuk rute domestik dan internasional.

Kapasitas penerbangan tambahan tersebut terdiri dari 768 frekuensi penerbangan tambahan, yaitu 480 penerbangan Citilink dan 288 penerbangan Garuda. Kapasitas tambahan tersebut meningkat sebesar 45 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar 107.750 kursi.

"Pada periode peak season ini kondisi operasional kami berjalan dengan baik. Bahkan kemarin misalnya, OTP (ketepatan jadwal penerbangan) kami bisa dicatat di angka di atas 90 persen dengan lebih dari 612 penerbangan per hari," kata Pahala menambahkan.

(Baca: Mudik Lebaran, Garuda Tawarkan Penerbangan Murah)

Garuda juga akan terus memastikan kesiapan operasional, meningkatkan layanan dengan mengoptimalkan fitur layanan check-in mandiri, baik melalui self check inweb check in, hingga phone check in. Menurut Pahala, hal tersebut bisa efektif mengurai antrian check in penumpang. Adapun, mulai periode peak season ini, persentase pengggunaan layanan check in mandiri, meningkat 10 persen dibandingkan dengan periode biasanya.

Selain itu, Garuda Indonesia juga menyiagakan posko layanan operasional 24 jam. Posko ini merupakan tim gabungan  operasional yang terdiri dari kru operasional, pusat kontrol operasional, sistem ticket, jaringan dan perawatan, crew assignment, teknisi, hingga lini layanan ground handling.

"Keseluruhan tim gabungan tersebut bertugas untuk memantau kelancaran dan kesiapan operasional penerbangan," kata Pahala.

(Baca: Traveloka Proyeksikan Transaksi Naik 100% Saat Ramadan)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait