Upaya Pemerintah Antisipasi Kemacetan Panjang di Tol Saat Mudik

Contra flow akan diberlakukan apabila kemacetan kendaraan di tol sudah mencapai 2 kilometer
Ameidyo Daud Nasution
8 Juni 2018, 06:00
Geliat Mudik
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Kendaraan pemudik memadati gerbang tol Cipali-Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (21/6).

Kementerian Perhubungan menyiapkan langkah antisipasi dalam menekan kemacetan di jalan tol saat arus mudik lebaran, salah satunya menggunakan rekayasa lalu lintas lawan arah (contra flow). Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan pemerintah telah menetapkan standar minimum panjang kemacetan untuk memberlakukan contra flow.

Bambang mengatakan batas minimal panjang kemacetan di tol yang disepakati hanya mencapai 2 kilometer. Apabila melebihi panjang minimal tersebut, Korps Lalu Lintas Polri memiliki kewenangan memberlakukan contra flow. "Teman-teman Polri akan mengatur sesuai diskresi lapangan tapi tidak boleh panjang-panjang," kata Bambang dalam acara diskusi di Jakarta, Kamis (7/6).

(Baca: Sulit Ubah Aturan, Kemenhub Minta Diskresi Polri Kendalikan Arus Mudik)

Dia masih belum bisa menjelaskan model contra flow yang akan diberlakukan apakah hanya dengan rekayasa jalur tol, atau model lain. Selama tidak ada median jalan, contra flow dapat diberlakukan dengan diskresi Kepolisian. Untuk sementara penerapan rekayasa lalu lintas ini akan diterapkan hanya di jalan tol.

Advertisement

Kebijakan ini menjadi salah satu cara mengurangi kemacetan saat mudik lebaran. Makanya dia mengimbau agar para pemudik tidak berprasangka buruk apabila ada pengalihan jalur, termasuk apabila dialihkan ke jalan Nasional. "Kalau dialihkan ikuti saja, berarti jalan tol sedang padat," kata dia.

(Baca juga: Sepuluh Titik Jalan Tol Rawan Macet saat Mudik Lebaran)

Terkait dengan upaya antisipasi kemacetan di tol, Vice President Operation Management PT Jasa Marga Bagus Cahya mengatakan akan memasang alat pengukur kendaraan di beberapa pintu keluar dan masuk rest area, seperti di tol Jakarta - Cikampek kilometer 19. Langkah ini dilakukan agar tidak ada penumpukan di rest area yang berdampak pada kemacetan di jalan tol.

"Jadi kalau yang masuk lebih banyak dari keluar, akan dikomunikasikan dengan petugas untuk ditutup dulu," kata dia.

Bagus juga membagikan tips bagi para pemudik yang akan melewati jalan tol. Pertama, memastikan kendaraan yang digunakan dalam kondisi layak. Kedua, menyiapkan saldo uang elektronik yang memadai. Ketiga, menyiapkan bekal makanan dan minuman, agar tidak terlalu banyak berhenti di rest area. Keempat, hanya memanfaatkan rest area di waktu darurat. 

"Lalu patuhi rambu dan kendalikan kecepatan kendaraan," kata dia. (Baca: Operator Tol Beri Diskon Tarif 10 Persen Saat Mudik Lebaran)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait