BRI Utangi Waskita Rp 7,1 Triliun untuk Bebaskan Lahan 3 Ruas Tol

Pengembalian utangnya akan dilakukan Waskita Toll Road melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).
Ameidyo Daud Nasution
31 Mei 2018, 21:08
Gerbang Tol Becakayu
ANTARA FOTO/Risky Andrianto
Pekerja menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu), di kawasan Jakasampurna, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/11).

Bank Rakyat Indonesia (BRI) akan memberikan pinjaman dana talangan tanah bagi tiga anak usaha PT Waskita Toll Road. Nilai mencapai Rp 7,1 triliun untuk pembebasan lahan tiga ruas tol. Nantinya, penggantian pinjaman dana talangan ini akan dilakukan Waskita Toll Road melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

BRI memberikan pinjaman ini dengan bunga 8 persen dan lama pengembaliannya 24 bulan. Direktur Utama Waskita Toll Road Herwidiakto mengatakan LMAN akan mengganti talangan dengan bunga mengikuti tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia. Sisanya ditutupi oleh perseroan.

"Selisihnya ini bisa dimasukan sebagai biaya investasi kami," ujarnya di Jakarta, Kamis (31/5). (Baca: Percepat Proyek, Waskita Toll Raup Rp 5 Triliun dari Reksadana)

Dari total nilai pinjaman tersebut, sebesar Rp 3,7 triliun di antaranya digunakan untuk membiayai ruas Tol Cimanggis-Cibitung. Sisanya, sebesar Rp 2,078 triliun digunakan untuk Tol Bogor - Ciawi - Sukabumi (Bocimi) dan Rp 1,38 triliun untuk Tol Bekasi - Cawang - Kampung Melayu (Becakayu).

Advertisement

Waskita menargetkan proyek jalan Tol Bocimi Seksi I akan rampung pada September tahun ini.  "Talangan ini akan mempercepat pembangunan ruas tol sehingga akhir 2019 nanti Seksi I dan II akan selesai," kata Direktur Utama PT Cimanggis Cibitung Tollways Ridwan Dharma.

 

Untuk Tol Becakayu, pinjaman dana talangan ini digunakan untuk membebaskan lahan Seksi II Jakasampurna - Bekasi Barat. Dana ini juga digunakan untuk konektivitas tol Becakayu ke tol Wiyoto Wiyono (By pass). (Baca juga: Waskita Karya Dibayangi Risiko Beban Utang yang Terus Membengkak)

Herwidiakto yang juga menjabat Dirut PT Kresna Kusuma Dyandra Marga menjelaskan saat ini pihaknya sedang mempercepat pembebasan lahan agar dapat menyelesaikan Seksi IA Becakayu (Cipinang Muara - Kampung Melayu). Targetnya, ruas tol ini dapat beroperasi September tahun ini.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait