Jokowi Targetkan Peremajaan 25 Ribu Hektare Lahan Sawit di Riau

"Kalau untuk tahun ini 185 ribu hektare di seluruh tanah air akan diremajakan," kata Jokowi
Ameidyo Daud Nasution
11 Mei 2018, 10:54
Kelapa sawit
Arief Kamaludin|KATADATA
Kebun pembibitan kelapa sawit di Riau.

Presiden Joko Widodo meresmikan program peremajaan sawit rakyat di Provinsi Riau. Peresmian berlangsung di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Rabu kemarin. Peremajaan ini menyusul langkah serupa yang telah dilakukan di provinsi sebelumnya seperti Sumatera Utara.

"Kalau untuk tahun ini 185 ribu hektare di seluruh tanah air akan diremajakan," kata Jokowi dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden, Rabu (9/5). (Baca: Peremajaan 185 Ribu Hektare Kebun Sawit Dimulai dari Riau)

Jokowi menargetkan program peremajaan lahan sawit di Provinsi Riau bisa menjangkau seluas 25.423 hektare lahan. Adapun untuk Kabupaten Rokan Hilir, lahan yang diremajakan mencapai 15 ribu hektare dengan melibatkan lebih dari 5.000 orang petani setempat.

Pada tahun lalu, peremajaan sudah dilaksanakan terhadap 4.446 kebun sawit di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan dan 9.109 hektare kebun sawit di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Menurut catatan pemerintah, dari total 4,7 juta hektare kebun kelapa sawit rakyat, sekitar 2,7 juta hektare kebun kelapa sawit rakyat perlu diremajakan. 

Advertisement

Jokowi menjelaskan langkah Peremajaan Sawit Rakyat ditempuh pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan petani sawit. Produktivitas perkebunan sawit rakyat sangat rendah, diperkirakan hanya setengah dari produktivitas perkebunan sawit swasta. Kendala utamanya adalah tanaman perkebunan rakyat yang usianya sudah tua. Makanya perlu peran pemerintah untuk meremajakan tanaman tersebut.

(Baca juga: Peremajaan 9 Ribu Hektare Kebun Sawit di Sumut, Pemerintah Siapkan KUR)

Presiden menjelaskan nantinya Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit akan memberi dana Rp 25 juta, untuk setiap hektare lahan perkebunan rakyat. Uang tersebut dapat digunakan petani untuk jadi modal awal penebangan kelapa sawit tua, penyiapan bibit, hingga penanaman. "Saya harap program ini segera dimulai dan diselesaikan." ujar Jokowi.

Bukan hanya itu, Jokowi juga menyerahkan 100 sertifikat hak tanah kepada petani sawit Rokan Hilir. Dia berharap dengan adanya kepastian hukum maka petani akan fokus untuk meningkatkan produktivitas sawitnya. Sehingga di kemudian hari kesejahteraan petani dapat meningkat.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait