Proyek Kereta Paling Banyak Dicoret dari Daftar Proyek Strategis

Dari 14 proyek yang dicoret dari daftar PSN, 7 diantaranya merupakan proyek kereta api, dengan total nilai Rp 236,6 triliun
Ameidyo Daud Nasution
18 April 2018, 14:15
Proyek Kereta Bandara
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Separuh dari proyek infrastruktur yang dikeluarkan dari daftar strategis merupakan proyek kereta api. Komite Percepatan Penyelesaian Infrastruktur Prioritas (KPPIP) mengungkapkan proyek kereta lebih banyak dicoret karena dinilai tidak dapat dimulai pembangunannya hingga kuartal III tahun depan.

Dari data KPPIP, totalnya ada 14 proyek yang dikeluarkan dari lampiran Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017 tentang proyek strategis nasional (PSN). Dari 14 proyek tersebut, 7 proyek kereta yang dicoret adalah Kereta Api Kertapati - Simpang - Tanjung Api-api, Kereta Api Muara Enim - Pulau Baai, Kereta Api Jambi - Pekanbaru, Kereta Api Jambi - Palembang, Rel Kereta Api Kalimantan Timur, serta Mass Rapid Transit East - West. Total nilai tujuh proyek tersebut mencapai Rp 236,6 triliun.

"14 proyek dihilangkan statusnya sebagai PSN karena tidak dapat memenuhi estimasi waktu proyek," demikian keterangan KPPIP, Rabu (17/4). "Jadi itu karena proyek sudah tidak memenuhi kriteria PSN."

(Baca: Realisasi Lambat, Pemerintah Coret 14 Proyek dari Daftar Strategis)

Advertisement

Tujuh proyek lain yang dicoret nilainya mencapai Rp 264 triliun. proyek tersebut adalah Tol Waru - Wonokromo - Tanjung Perak, Tol Sukabumi - Ciranjang - Padalarang, Bandara Sebatik, Sistem Penyediaan Air Minum Medan - Binjai - Deli Serdang (Mebidang), Bendungan Telaga Waja, Bendungan Pelosika, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Merauke. 

Tahun lalu, KPPIP juga mencatat 10 proyek strategis senilai Rp 61,5 triliun yang sudah selesai terbangun. Proyek tersebut  adalah Tol Soreang - Pasirkoja, Tol Mojokerto - Surabaya, Akses Tanjung Priok, Bandara Radin Inten II, Pengembangan Lapangan Jangkrik dan Jangkrik North East Wilayah Kerja Muara Bakau, Bendungan Teritip, Pembangunan Saluran Irigasi Umpu Sistem, serta tiga Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yakni Nanga Badau, Aruk, dan Wini.

Karena pengerjaan proyeknya telah rampung, KPPIP mengeluarkan 10 proyek tersebut dalam daftar Proyek Strategis Nasional. Selain 10 proyek yang sudah selesai, ada 14 proyek lain yang dicoret. Dengan begitu, totalnya ada 24 proyek yang dikeluarkan dari daftar PSN.

(Baca: Jokowi Minta Proyek Infrastruktur Strategis Libatkan Swasta Daerah)

Dalam catatan KPPIP, ada 13 proyek infrastruktur yang dijadwalkan akan selesai pembangunannya tahun ini. Kemudian 66 proyek dan 2 program masuk dalam tahap konstruksi dan beroperasi sebagian. Lalu sebanyak 109 proyek dan 1 program masuk dalam tahap konstruksi.

"Sedangkan 6 proyek dalam tahap transaksi, dan 28 proyek dalam tahap penyiapan," seperti dikutip dalam keterangan KPPIP.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan Bendungan Pelosika di Sulawesi Tenggara diganti karena adanya masalah Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). Oleh sebab itu dirinya sedang mencari pengganti bendungan tersebut agar jumlahnya tetap 49.

"Kami cari dan akan diganti Bendungan Tamblang," kata Basuki kemarin. (Baca: Lelang Proyek Tol Semarang-Demak Akan Satu Paket dengan Tanggul Laut)

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait