Tiga Investor Lokal Minati Proyek Jalur Kereta Layang Lingkar Jakarta

Proyek senilai Rp 15 triliun ini akan dimasukkan dalam Blue Book atau daftar proyek yang dibangun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)
Ameidyo Daud Nasution
14 April 2018, 09:00
TARGET PENYELESAIAN PROYEK LRT
ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menyebutkan saat ini sudah ada tiga investor meminati pembangunan proyek kereta layang lingkar (loop line) Jakarta. Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan tiga investor tersebut perusahaan yang berasal dari Indonesia.

Proyek jalur kereta ini akan dibangun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk meminimalisir Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Sudah ada yang menanyakan (proyek Loop Line Jakarta)," kata Bambang kepada Katadata di Jakarta, Jumat (13/4).

(Baca: Jalur Kereta Layang Lingkar Jakarta Rp 15 Triliun Segera Dibangun)

Bambang menjelaskan saat ini pihaknya masih mengurus administrasi proyek tersebut, termasuk memasukkan proyek Loop Line Jakarta dalam Blue Book atau daftar proyek KPBU yang diterbitkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dia menargetkan paling tidak hingga akhir tahun ini perampungan skema pembiayaan (financial close) proyek kereta ini dapat dilakukan.

Advertisement

BPTJ pun sudah membicarakan hal ini dengan pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Apabila semua proses berjalan sesuai rencana, proyek senilai Rp 15 triliun ini dapat dimulai pekerjaan fisiknya pada awal atau pertengahan 2019. Bambang juga sebelumnya mematok target tahun 2020 jalur melingkar ini sudah dapat dioperasikan.

(Baca: KAI Berencana Datangkan 1.000 Kereta Sepanjang 2016-2019)

Proyek ini juga sempat dibicarakan antara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada akhir tahun lalu. Anies mengatakan hingga akhir tahun DKI telah memulai proses Detail Engineering Design (DED) atau perencanaan fisik.

“Segera kami mulai lebih jauh persiapan proyek ini,” kata Anies saat itu. 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait