Menteri LHK Prediksi 2 Penyebab Pipa Minyak Putus di Teluk Balikpapan

"Bagi Kementerian LHK yang paling penting itu masalahnya apa, lalu tanggung jawab siapa," kata Siti
Ameidyo Daud Nasution
10 April 2018, 09:53
Menteri LHK Siti Nurbaya
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya memprediksi ada dua kemungkinan yang menyebabkan patahnya pipa minyak di Balikpapan, sehingga mencemari kawasan teluk. Namun, kementeriannya belum bisa memastikan hal ini dan masih mencari tahu apa penyebab utamanya.

Dia menjelaskan dua kemungkinan tersebut adalah pipa terkena atau tertarik jangkar kapal atau karena kualitas pipa minyak itu sendiri. "Bagi Kementerian LHK yang paling penting itu masalahnya apa, lalu tanggung jawab siapa," kata Siti saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/4).

(Baca: Kementerian ESDM Ungkap Dugaan Penyebab Putusnya Pipa Pertamina)

Siti juga belum mau melimpahkan tanggung jawab permasalahan ini kepada PT Pertamina (Persero), sebelum memastikan penyebabnya. Dia pun telah menugaskan Direktur Jenderal Penegakkan Hukum Kementerian LHK Rasio Ridho Sani menggelar rapat dengan para ahli serta Pusat Hidrologi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut untuk mencari tahu permasalahan ini.

Advertisement

Kementerian LHK mencatat luas area yang terdampak pencemaran minyak akibat patahnya pipa Pertamina ini mencapai 12 ribu hektare. Saat ini tim dari kementerian sudah datang ke lokasi kejadian untuk sudah mengambil sampel 300 meter kubik minyak yang mencemari Teluk Balikpapan. 

(Baca: Arcandra: Kilang Balikpapan Kehilangan Potensi Produksi 200 Ribu Barel)

 

Siti juga menjelaskan bahwa sampel yang telah diambil sedang diperiksa di laboratoriun LHK di Serpong. Dirinya menargetkan paling tidak hasil penelitian baru akan keluar seminggu hingga 10 hari ke depan. "Yang paling penting apa yang terjadi pada pipanya," ujarnya.

Selain itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan penelitian terhadap dampak pencemaran terhadap fauna laut. Menurut Siti, bukan hanya fauna, tapi mangrove di sekitar teluk juga ikut terdampak. Presiden Joko Widodo jua telah mengingatkan agar tumpahan minyak tidak terpantik api. "Karena bisa kebakaran (lahan), itu yang tidak boleh," ujar Siti.

Kementerian LHK juga masih memantau dan mengumpulkan data masyarakat yang mengalami kerugian. Saat ini memang belum ada laporan, namun pihaknya menyatakan akan terus berkoordinasi dengan petugas KKP serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di wilayah tersebut.

(Baca: Pertamina Terancam Sanksi Akibat Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan)

Beberapa hari lalu Pertamina menyatakan ada pipa minyak yang putus di lokasi kebakaran Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur. Pipa tersebut mengalirkan minyak mentah dari Terminal Lawe-Lawe ke Kilang RU V yang terletak di Balikpapan. Region Manager Communication Relations & CSR Kalimantan Pertamina Yudy Nugraha mengatakan putusnya pipa ini menyebabkan minyak yang dialirkan ke kilang milik perusahaannya itu tumpah ke laut. Putusnya pipa ini disebabkan oleh faktor eksternal.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait