Jokowi Perintahkan Darmin Evaluasi Proyek Infrastruktur Strategis

Jokowi ingin agar proyek strategis sedang berjalan dan belum rampung tahun lalu untuk dikebut penyelesaiannya tahun ini.
Ameidyo Daud Nasution
12 Februari 2018, 19:31
infrastruktur
Arief Kamaludin|KATADATA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengevaluasi jalannya Proyek Strategis Nasional (PSN). Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui proyek mana yang dapat dilanjutkan dan yang tak mungkin dilanjutkan.

Jokowi ingin agar proyek strategis sedang berjalan dan belum rampung tahun lalu untuk dikebut penyelesaiannya tahun ini. Begitu pula proyek strategis yang sudah direncanakan tahun ini, segera harus dipastikan pengerjaannya. (Baca: Baru Bangun 11,9%, Jalur Kereta Api Tak Akan Capai Target Hingga 2019)

"Untuk itu saya minta Menko evaluasi mana yang bisa dieksekusi dan tidak dapat dilaksanakan. Ini harus diputuskan cepat," kata Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna soal Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2019 di Istana Negara, Senin (12/2)

Presiden juga meminta rencana kerja pemerintah tahun depan harus mulai fokus kepada pengembangan Sumber Daya Manusia. Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan dam Kebudayaan Muhadjir Efendy, serta Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi M. Nasir diperintahkan untuk merancang skema pembangunan SDM ini.

Advertisement

(Baca: Kemenaker Bidik 1,4 Juta Orang Ikut Pelatihan Kompetensi di 2018)

Jokowi juga kembali mengingatkan agar kemudahan berusaha dan investasi menjadi fokus pemerintah pusat hingga daerah hingga tahun depan. Ini mengingat adanya persaingan antara Indonesia dengan negara tetangga lainnya. Apalagi tahun depan merupakan tahun politik, yang membuat investor ragu untuk berinvestasi. 

"Jika terlambat, investasi akan beralih ke negara yang menawarkan iklim baik," ujar Jokowi. (Baca: Wapres Kalla Minta Para Menteri Dorong Industri Berorientasi Ekspor)

Begitu pula dengan ekspor yang memiliki kontribusi 20,3 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Menurut Jokowi angka ini harus dapat ditingkatkan lagi. Beberapa cara dapat ditempuh, salah satunya membuka pasar baru seperti Pakistan dan Bangladesh.

"Atau misalnya di Afrika yang penduduknya banyak dan pertumbuhan tinggi," kata Jokowi. (Baca: Luput Garap Ekspor ke Pakistan dan Bangladesh, Jokowi Tegur Kemendag)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait