Tiongkok Baru Setor Rp 2 Triliun untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung

"Pinjaman belum turun, baru modalnya yang sudah datang, sudah masuk," kata Rini
Image title
2 Februari 2018, 15:41
No image
Suasana ekspo Jaringan Kereta Cepat Negara Tiongkok di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta. Pameran menampilkan beragam jenis kereta cepat dan pembangunan stasiun kereta yang telah dipergunakan di negara Tiongkok yang rencananya juga akan di pergunak

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengungkapkan pinjaman dari Tiongkok untuk pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung belum cair. Hingga saat ini konsorsium perusahaan Tiongkok baru menyetor sekitar Rp 2 triliun sebagai modal awal proyek tersebut.

"Pinjaman belum turun, baru modalnya yang sudah datang, sudah masuk. Jadi, total modal itu sudah kira-kira yang masuk itu Rp 4,7 triliun, Rp 2 triliun lebih dari China," ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), saat ditemui di Grand Studio Metro TV, Jumat (2/1).

(Baca: Kementerian BUMN: Laba Wika Naik Tipis Karena Garap Kereta Cepat)

Kereta Cepat ini memang tidak dibiayao oleh anggaran negara, melainkan dari modal yang disetor konsorsium perusahaan Tiongkok dan Indonesia serta dana pinjaman dari China Development Bank (CDB). Dari total pembiayaan proyek ini yang sebesar US$ 5,57 miliar atau setara dengan Rp 77 triliun, 25 persennya merupakan modal konsorsium dari BUMN dan China. Sisanya dari pinjaman CDB. 

Advertisement

China sendiri akan menyuntikkan dana sebesar Rp 7,5 triliun atau 40 persen dari konsorsium ini, sementara 60 persennya yang dimodali BUMN. BUMN sendiri, total akan menyuntikkan dana sebesar Rp 11,5 triliun hasil patungan dari Wika, PTPN VIII, Kereta Api Indonesia, dan Jasa Marga.

(Baca: Rini Klaim Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Telah Berjalan)

Proyek yang sudah groundbreaking sejak 2 tahun lalu itu, hingga saat ini belum kunjung selesai. Proyek ini masih terkendala masalah lahan. Pembebasan lahan di Jawa Barat yang sudah selesai sejak Oktober 2017 lalu, saat ini masih dilakukan penilaian oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Padahal, pertengahan bulan lalu Rini mengatakan bahwa semua masalah yang sempat menghambat pengerjaan proyek ini sudah bisa diselesaikan. Saat itu dia memastikan pencairan dana pinjaman dari CDb bisa dilakukan dalam 10 hari, yakni 21 Januari 2018. Ternyata hingga saat ini pinjaman tersebut belum juga cair.

Saat ini Rini mengatakan penilaian tanah di Jakarta Timur sudah selesai dan siap dibangun terowongan. "Nah, yang di Jakarta Timur, terowongannya sebentar lagi sudah dibangun," ujar Rini menambahkan. Selain itu, jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang melewati PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII, juga sudah mulai dibangun terowongan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait