Erupsi Gunung Agung, Turis Asing ke Bali Turun 104 Ribu Orang

Michael Reily
2 Januari 2018, 18:18
Gunung Agung
ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
Wisatawan beraktivitas di Pura Besakih yang berlatar belakang Gunung Agung meletus di Karangasem, Bali, Selasa (28/11). Kawasan Pura Besakih termasuk dalam zona awas Gunung Agung yaitu sekitar 9 km dari kawah, namun masih ada sejumlah wisatawan nekat ke o

Erupsi Gunung Agung menyebabkan wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Bali pada November 2017 berkurang sebesar 104.251 orang dibandingkan bulan sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan sebesar 22,55 persen terjadi di Bandara Ngurah Rai yang menjadi pintu masuk utama wisman.

November 2017 lalu, terjadi 358.012 kunjungan, berkurang dari 462.263 kunjungan pada Oktober 2017 dan berada di bawah catatan November 2016, yakni 396.150 kunjungan. "Penurunan terbesar terjadi karena erupsi yang terjadi di Gunung Agung," kata Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Selasa (2/1).

Penurunan kunjungan wisman juga terjadi di Bandara Internasional Lombok. Data BPS, kunjungan sebesar 8.992 orang pada Oktober 2017 berkurang menjadi 7.698 kunjungan pada November 2017, turun sebesar 14,39 persen. Dibandingkan November 2016, penurunan juga terjadi sebesar 1,47 persen.

(Baca: Pemerintah Minta Negara Lain Cabut Status Travel Warning ke Bali)

Erupsi Gunung Agung berdampak besar pada total jumlah kunjungan wisman ke Indonesia yang berkurang sebesar 8,42 persen, dari 1.158.599 kunjungan pada Oktober 2017 menjadi 1.061.055 kunjungan pada November 2017. "Penurunan terjadi karena jumlah kunjungan yang berkurang di Bandara Ngurah Rai," kata Suhariyanto.

Secara kumulatif, periode Januari hingga November 2017, kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 12,68 juta kunjungan atau naik 21,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu 10,41 juta kunjungan. Suhariyanto memperkirakan peningkatan bakal terjadi pada Desember 2017 sesuai tren yang terjadi tiap tahun.

Target kunjungan wisman tahun lalu sebesar 15 juta turis. Artinya, butuh 2,32 juta turis pada Desember untuk mencapai target tersebut. Suharyanto masih belum bisa memperkirakan berapa jumlah kunjungan turis bulan lalu. Harapannya bisa sesuai target. "Pada Desember 2017 lalu sudah diumumkan bahwa Bali sudah dalam konidisi aman," ujar Suhariyanto.

Berkurangnya kunjungan wisman ke Bali juga berdampak pada tingkat penghunian kamar hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada November 2017. BPS mencatat tingkat okupansi hotel di Bali berkurang dari 65,93 persen pada Oktober, menjadi 54,08 persen pada Desember 2017.

Meski begitu, terjadi peningkatan tingkat okupansi hotel  dibanding Oktober 2017 yang sebesar 56,93 persen menjadi 57,88 persen, naik 0,95 poin. Jika dibandingkan November 2016, juga terjadi peningkatan 2,12 poin dari yang hanya 55,76 persen. (Baca: Ikuti Imbauan Jokowi, Sri Mulyani Minta Turis Kembali Liburan ke Bali)

Data BPS juga menyebutkan wisman yang datang ke Indonesia selama November 2017 didominasi oleh turis dari Tiongkok sebesar 13,36 persen, Singapura 12,25 persen, Malaysia 11,30 persen, Australia 7,81 persen, dan India 3,77 persen. "Ke depan kita perlu mempromosikan pariwisata Indonesia untuk menarik wisman dari negara-negara lain," kata Suhariyanto yang akrab dipanggil Kecuk.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait