Ada Cuaca Ekstrem, Jokowi Minta Jaga Harga Pangan Akhir Tahun

"Saya juga meminta layanan transportasi diperhatikan," kata Jokowi
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
18 Desember 2017, 19:43
Jokowi-JK
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pasokan dan harga pangan menjadi salah satu perhatian utama dalam mengantisipasi momen libur Natal dan Tahun Baru. Ini mengingat adanya cuaca ekstrem di beberapa daerah, sehingga bisa mengganggu pasokan pangan.

Hal ini dikatakan Jokowi sebagai pengantar rapat terbatas antisipasi Natal dan Tahun Baru di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (18/12). Selain pangan, Jokowi meminta pasokan Bahan Bakar Minyak serta elpiji juga harus dijaga. "Walaupun ini hal rutin, tapi sekali lagi akan kami bahas," kata Jokowi.

Dia juga memerintahkan agar layanan transportasi yang mudah bagi masyarakat. Kemudahan dan keselamatan transportasi darat, laut dan udara harus menjadi perhatian. Apalagi di tengah adanya momen liburan panjang pada akhir tahun yang akan membuat volume transportasi meningkat.

"Saya juga meminta layanan transportasi diperhatikan," kata dia. (Baca: Jelang Natal, BPH Awasi Pasokan BBM, LPG dan Listrik di 44 Daerah)

Jokowi juga memerintahkan Polri serta Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengantisipasi gangguan keamanan yang bisa terjadi. Pengamanan perlu dilakukan di seluruh tempat ibadah, stasiun kereta, bandara, serta pelabuhan. Presiden meminta masyarakat dilibatkan dalam menjaga ketertiban di lingkungannya masing-masing.

Rapat dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menkopolhukam Wiranto, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, serta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Selain itu hadir pula Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, hingga Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo.

(Baca: Jelang Akhir Tahun, Polisi Kawal Penyaluran 500 Ton Beras Bulog)

Video Pilihan

Artikel Terkait