Luhut Minta Pertemuan IMF-World Bank Tetap di Bali

"Jadi saya ulangi, semua kegiatan di Bali normal, kecuali 10 kilometer tersebut," kata Luhut.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
15 Desember 2017, 15:46
Luhut Binsar Pandjaitan
Katadata
Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Panjaitan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meminta seluruh konferensi yang telah direncanakan tetap digelar di Bali. Termasuk pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) - World Bank tahun depan. Dia memastikan semua kegiatan di Bali berjalan normal dan tidak terdampak adanya aktivitas Gunung Agung.

Luhut mengatakan zona bahaya Gunung Agung hanya memiliki radius 10 kilometer dari kawah gunung tersebut. Oleh sebab itu dirinya akan melapor Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar memerintahkan larangan pemindahan tempat konferensi pemerintah.

"Karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan di luar 10 kilometer itu," kata Luhut usai rapat membahas Gunung Agung di kantornya, Jakarta, Jumat (15/12). (Baca: BNPB: 100 ribu Penduduk Harus Dievakuasi Akibat Erupsi Gunung Agung)

Luhut juga meminta masyarakat yang akan berlibur ke Bali tidak usah menangguhkan perjalanannya lantaran kawasan berbahaya yang hanya memiliki radius 10 kilometer tersebut. Hal ini juga diperkuat ramalan cuaca bahwa angin akan bergerak menuju Timur sehingga tidak mengganggu perjalanan pesawat.

"Jadi saya ulangi, semua kegiatan di Bali normal, kecuali 10 kilometer tersebut," kata Luhut.

Bahkan menurut Luhut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah membuat simulasi erupsi lahar Gunung Agung hingga 20 juta meter kubik. Seluruh simulasi tersebut menunjukkan mayoritas daerah wisata masih dalam status normal dari ancaman lahar.

"Malah (Gunung Agung) bisa jadi obyek wisata untuk difoto," ujarnya. (Baca: Erupsi Gunung Agung, Bali Rugi Rp 250 Miliar Tiap Hari)

Berdasarkan rekaman Kementerian ESDM, status kegempaan Gunung ini telah berada dalam tren menurun. Selain itu, penggelembungan gunung ini juga berada dalam kondisi stagnan. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Dwikorita Karnawati memprediksi sepanjang Januari dan Februari angin akan membawa abu vulkanik dari Barat ke Timur.

Sehingga tidak ada gangguan pada penerbangan dari dan ke pulau Bali. "Maret, terjadi sedikit pembelokan angin ke Barat Daya. Ini bisa berpotensi mengenai bandara (Ngurah Rai), namun kami pantau terus tiap menit," katanya. 

Video Pilihan

Artikel Terkait