Jepang Usul Kereta Semicepat Jakarta-Surabaya Pakai Rel Baru

“Jadi ada 3 rel, 2 yang existing dan 1 rel khusus untuk kereta semicepat,” kata Budi
Michael Reily
Oleh Michael Reily
17 November 2017, 16:12
Kereta bandara
ANTARA FOTO/Lucky R.
Ilustrasi pembangunan rel kereta

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan pihak Japan International Cooperation Agency (JICA) mengusulkan pembangunan rel baru untuk proyek kereta semicepat Jakarta-Surabaya. Rel baru dianggap lebih bisa menjamin kecepatan pembangunan sehingga operasional target tercapai dengan waktu yang singkat.

Selain menyingkat waktu pembangunan, pengoperasian kereta semicepat Jakarta-Surabaya tidak akan terjadi tumpang tindih dengan kereta lain. Sehingga, pelaksanaannya menjadi lebih simpel dan praktis. “Jadi ada 3 rel, 2 yang existing dan 1 rel khusus untuk kereta semicepat,” kata Budi kepada wartawan di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Jumat (17/11).

Budi mengkhawatirkan beban anggaran untuk proyek ini bakal melonjak tinggi dengan pembangunan rel baru. Dengan adanya tambahan satu rel lagi, berarti pembangunan jalan layang perlintasan sebidang lebih panjang, sehingga anggarannya bisa bertambah. 

Pemerintah masih mempertimbangkan usulan ini. Rencananya, kajian ini bakal selesai pada bulan depan. “Tambah anggaran pasti lebih besar. Saya maunya Rp 60 triliun, makanya harus diklarifikasi kemampuannya,” ujar Budi. (Baca: Kajian Kereta Semicepat Jakarta – Surabaya Akan Dievaluasi Pihak Lain)

Sebelumnya, Senior Representative Indonesia Office JICA Tomoyuki Kawabata menyatakan, prastudi kelayakan proyek ini akan selesai pada bulan depan. Prasrudi kelayakan ini dilakukan oleh Kementerian Perhubungan dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Selanjutnya akan dikombinasikan dengan kajian JICA.

"Setelahnya akan studi kelayakan. Namun itu akan diputuskan dari pihak Indonesia," katanya di Kedutaan Jepang, bulan lalu.

Dia juga mengatakan hasil prastudi kelayakan yang dilakukan JICA, kereta semicepat Jakarta-Surabaya akan menggunakan jalur yang telah ada. Adapun panjang jalurnya mencapai 748 kilometer yang akan ditempuh dalam waktu 5,5 jam dengan kecepatan rata-rata 160 kilometer. 

(Baca: Jepang: Waktu Tempuh Kereta Semicepat Jakarta – Surabaya 5,5 Jam)

Usulan dari JICA adalah salah satu hal yang dikaji oleh pihak ketiga yang lebih mengerti mengenai kereta semicepat. Usulannya bakal dibandingkan oleh kajian dari Badan Penerapan dan Pengembangan Teknologi (BPPT). “Kalau ada deviasi antara kami, mesti ada pihak tertentu yang dapat memberikan satu pendapat (lainnya)," kata Budi.

Video Pilihan

Artikel Terkait