Jokowi Percepat Target Proyek Bendungan Terbesar Ketiga Indonesia

Rencananya proyek Bendungan Karian akan selesai 2020, tapi Jokowi mempercepat targetnya menjadi 2019
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
4 Oktober 2017, 18:59
Jokowi Bendungan Karian
Biro Pers - Sekretariat Presiden
Jokowi meninjau pembangunan proyek Bendungan Karian di Banten, Rabu (4/10)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pembangunan Bendungan Karian di Rangkasbitung, Provinsi Banten dapat diselesaikan satu tahun lebih cepat. Sebelumnya, pemerintah menargetkan proyek bendungan ini dapat diselesaikan pada 2020.

Percepatan target ini diungkapkan Jokowi setelah meninjau langsung pekerjaan fisik bendungan tersebut hari ini. Dia pun langsung memberikan target agar Bendungan Karian bisa selesai pembangunannya pada 2019. "Setelah melihat di lapangan, pekerjaan bisa dipercepat," ujar Jokowi dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden, Rabu (4/10).

Pembangunan bendungan ini memang sempat tertunda sangat lama. Pembangunan bendungan Karian sebenarnya telah direncanakan sejak tiga dekade lalu, yakni sejak tahun 1980-an. Namun, eksekusi proyek yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) ini baru berjalan pada tiga tahun terakhir.

Jokowi mengatakan Bendungan Karian direncanakan akan menjadi salah satu sumber air baku untuk kebutuhan masyarakat Banten dan DKI Jakarta. Bendungan ini akan menjadi bendungan terbesar ketiga di Indonesia, setelah Bendungan Jatiluhur dan Bendungan Jatigede.

Secara teknis, bendungan berkapasitas 314,7 juta meter kubik air ini dapat mengairi lahan seluas 22 ribu hektare. Bendungan ini juga berfungsi sebagai sarana pengendalian banjir dengan kapasitas tampungan air 60,8 juta meter kubik. Selain itu bendungan ini dapat menyediakan air baku sebesar 9,1 meter per detik.

"Nanti juga ada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di sini (Bendungan Karian)," kata Jokowi. (Baca: Kementerian PUPR Klaim 9 Bendungan Telah Terbangun di Era Jokowi)

Potensi tenaga listrik yang bisa dihasilkan pembangkit tersebut mencapai 1,8 megawatt. Dalam perhitungan sederhana, kapasitas pembangkit tersebut bisa mencukupi kebutuhan listrik sekitar 1.300 rumah, dengan asumsi kebutuhan per rumah sebesar 1.300 watt.

Bendungan Karian dimulai pembangunannya pada 2015 oleh kontraktor pelat merah dan swasta dengan skema Kerja Sama Operasi (KSO). Perusahaan yang terlibat dalam KSO ini adalah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., dan perusahaan asal Korea Selatan Daelim Industrial Co. Adapun dana untuk pembangunan bendungan ini menggunakan pinjaman dari Korea Selatan senilai US$ 100 juta.

Proyek bendungan tersebut juga masuk di dalam Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017 tentang Proyek Strategis Nasional (PSN). Sekadar informasi, pemerintah tengah membangun dua bendungan (waduk) di Banten. Selain bendungan Karian, turut dibangun pula bendungan Sindang Heula di Kota Serang yang juga masuk dalam proyek strategis nasional.

"Kalau berbicara waduk, secara keseluruhan sampai saat ini telah dibangun 33 waduk dari 49 waduk yang direncanakan. Tahun depan akan tambah 11 waduk lagi yang dibangun, tahun depan (2019) dibangun sisanya," kata Presiden. (Baca: Penetapan Lokasi Terbit, 3 Proyek Bendungan Masuk Proses Lelang)

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan salah satu proyek bendungan yang masuk dalam daftar PSN juga baru saja rampung pembangunannya. Proyek tersebut adalah Bendungan Teritip di Kalimantan Timur.

Video Pilihan

Artikel Terkait