Jokowi Tuding Isu Daya Beli Turun Dihembuskan Politisi

"Saya lihat dulu yang bicara siapa, kalau pengusaha saya akan berbicara langsung. Kalau (yang bicara) orang politik memang tugasnya dia itu," ujarnya.
Ameidyo Daud Nasution
3 Oktober 2017, 20:32
jokowi
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap pelaku usaha tetap optimistis dengan capaian ekonomi Indonesia saat ini. Dia menuding pihak-pihak yang kerap tidak percaya capaian pemerintah dan kerap pesimistis adalah politisi dan bukan pengusaha. 

Jokowi mengatakan segala macam indikator mulai dari makro hingga peringkat pemerintah dalam segala ranking dunia dapat dikatakan baik. Dia mencontohkan peringkat layak investasi (investment grade) yang diberikan oleh tiga lembaga internasional, yakni Moody's, Fitch Rating, dan S&P. 

Kemudian pertumbuhan ekonomi yang berada di atas 5% dan laju inflasi yang dalam tiga tahun terakhir di bawah 4%. Meski begitu, tetap saja ada pihak yang meragukan hal tersebut. "Angka ini yang suka meragukan jangan-jangan orang politik," kata Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (3/10).

Ada beberapa isu negatif yang kerap dihembuskan, salah satunya adalah daya beli yang dianggap menurun, karena tingkat inflasi rendah. Menurut Jokowi hal tersebut ternyata diakibatkan adanya pergeseran pola belanja masyarakat, dari offline menjadi online. Ini terlihat dari adanya kenaikan pertumbuhan bisnis sewa gudang pada tahun ini sebesar 14,7 persen. Sedangkan pertumbuhan jasa kurir bisa tumbuh bahkan bisa mencapai 130 persen.

Advertisement

(Baca: Di Depan Panglima TNI, Jokowi: Jangan Buat Gaduh dan Kontroversi)

Dia juga memaparkan pertumbuhan industri secara keseluruhan tahun ini tumbuh 16,6%, perdagangan bisa tumbuh sebesar 18,7%, pertanian 23%, konstruksi bisa capai 2,4%, hingga pertambangan bisa mencapai 30,1%. Presiden mencoba meyakinkan data ini kepada pengusaha. Dia pun menyatakan bersedia menjawab pertanyaan para pengusaha yang merasa ragu dengan capaian pemerintah. 

"Saya lihat dulu yang bicara siapa, kalau pengusaha saya akan berbicara langsung. Kalau (yang bicara) orang politik memang tugasnya dia itu," ujarnya.

Jokowi juga menyatakan siap meluangkan waktu yang disediakan untuk berbicara banyak dengan pengusaha yang tergabung dalam Kadin dalam waktu dekat. Dia ingin membahas banyak hal dengan para pengusaha. "Kalau perlu setengah hari," katanya.

(Baca: Tiga Tahun Jokowi, 240 Kilometer Jalan Tol Baru Beroperasi)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait