13 Pelabuhan Telah Menerapkan Sistem Pelaporan Kapal Online

Kementerian Perhubungan menargetkan 16 pelabuhan menerapkan sistem Inaportnet tahun ini
Safrezi Fitra
Oleh Safrezi Fitra
3 Oktober 2017, 18:32
Inaportnet
Kementerian Perhubungan
Kementerian Perhubungan melakukan video conference peresmian go live Inaportnet Pelabuhan Pontianak, Palembang dan Teluk Bayur

Kementerian Perhubungan menambah daftar pelabuhan yang telah menerapkan layanan kapal dan barang berbasis online, Inaportnet, yakni Pelabuhan Pontianak, Palembang, dan Teluk Bayur. Dengan tambahan tiga pelabuhan ini, totalnya ada 13 pelabuhan yang telah menerapkan sistem ini.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo mengatakan targetnya ada 16 pelabuhan yang menerapkan sistem Inaportnet tahun ini. Adapun tiga pelabuhan lain yang tersisa adalah Pelabuhan Sorong, Banten, dan Gresik.

Menurutnya penerapan Inaportnet sangat penting dilakukan dengan konsisten guna meningkatkan pelayanan kapal di pelabuhan agar dapat berjalan cepat, terpercaya, transparan, dan terstandar serta biaya yang minimal. Ini merupakan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar Indonesia sebagai negara maritim harus memiliki sistem pelayaran yang efisien.

"Dengan begitu dapat meningkatkan daya saing pelabuhan di Indonesia," jelas Sugihardjo dalam keterangannya saat meresmikan go live Inaportnet di Jakarta, Selasa (3/10). (Baca: Pangkas Waktu Bongkar Muat, Pemerintah Sidak 4 Pelabuhan)

Dia menjelaskan penerapan Inaportnet di pelabuhan telah menjadi Quick Win Kementerian Perhubungan, yang harus diterapkan pada 16 pelabuhan di Indonesia. Ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 157 Tahun 2015 tentang Penerapan Inaportnet Untuk Pelayanan Kapal dan Barang di Pelabuhan, yang telah diubah dengan PM 192 Tahun 2015.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Hubla) Bay M Hasani mengatakan sebagian sistem pendukung pelaksanaan Inaportnet sudah berjalan. Beberapa diantaranya, Sistem Informasi Lalu Lintas dan Angkutan Laut (SIMLALA), Sistem Kapal Online, Aplikasi Sertifikasi Pelaut, Sistem Informasi Kepelabuhanan, dan Sistem yang ada pada Badan Usaha Pelabuhan (BUP).

"Ini akan dapat berjalan bila sistem pendukungnya handal dan terintegrasi dengan baik. Disamping itu perlu sinergi yang baik di antara seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.

Penerapan Inaportnet ini merupakan bentuk kesungguhan dan komitmen Kementerian Perhubungan dalam mewujudkan sistem layanan kapal dan barang di pelabuhan yang andal dan terpercaya. Bay pun menegaskan kepada para pejabat Kementerian Perhubungan agar  melaksanakan penerapan Inaportnet di Pelabuhan secara konsisten.

“Kepada pengguna jasa kepelabuhanan, agar mulai menggunakan pelayanan kapal dan barangnya melalui Inaportnet," kata Bay.

Inaportnet merupakan sistem informasi layanan tunggal secara elektronik berbasis internet. Sistem ini mengintegrasikan sistem informasi kepelabuhanan dalam melayani kapal dan barang seluruh Instansi terkait di pelabuhan, termasuk sistem layanan Badan Usaha Pelabuhan.

Video Pilihan

Artikel Terkait