Ratusan Kilometer Jalan Akan Terdampak Erupsi Gunung Agung

"Itu apabila ada luncuran lahan dingin," kata Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Ketut Darmawahana.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
26 September 2017, 18:52
Bandara bali
ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
Angkasa Pura memastikan akan menutup Bandara Ngurah Rai, apabila abu vulkanik Gunung Agung muncul.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memprediksi sejumlah infrastruktur akan terdampak, apabila erupsi Gunung Agung terjadi. Beberapa diantaranya adalah 61 kilometer jalan nasional, 29 buah jembatan, 88 kilometer jalan provinsi, serta 598 kilometer jalan kabupaten.

"Itu apabila ada luncuran lahan dingin," kata Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Ketut Darmawahana dalam keterangan resmi Kementerian PUPR, Selasa (26/9).

Erupsi Gunung Agung juga bisa mengancam sembilan Daerah Aliran Sungai, 12 embung, delapan bendungan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, hingga 78 kilometer transmisi air baku. Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida Ketut Jayada mengatakan dari 12 embung, sembilan diantaranya masuk zona berbahaya, sehingga tidak dapat dialirkan kepada pengungsi.

"Kami akan memanfaatkan sistem air baku lokal di wilayah Manggis dan Ulakan," katanya. (Baca: Waspada Gunung Agung, Luhut Kaji Ubah Rapat IMF-World Bank dari Bali)

Kementerian PUPR akan mendistribusikan perlengkapan infrastruktur serta sanitasi bagi para pengungsi erupsi gunung tersebut. Distribusi perlengkapan ditempatkan di lima lokasi yakni Tanah Ampo, GOR Sueca Pura, Les Buleleng, Ulakan, dan Manggis. Alat berat juga disiapkan oleh BWS Bali Penida untuk mengantisipasi hambatan infrastruktur.

Sementara PT Angkasa Pura I (Persero) menyatakan kemungkinan untuk menutup bandara I Gusti Ngurah Rai, apabila potensi erupsi Gunung Agung membesar. Pengelola bandara ini juga akan menyiapkan alternatif pengganti seperti Bandara Juanda (Surabaya) Bandara Internasional Lombok, serta Bandara Adi Soemarmo (Solo)

Corporate Secretary Angkasa Pura I Israwadi memastikan penutupan Bandara Ngurah Rai hanya akan dilakukan apabila abu vulkanik Gunung Agung muncul. Saat ini dapat menerima tambahan 12 slot penerbangan, Lombok dapat menerima 2 slot, serta Adi Soemarmo dapat menampung 30 slot tambahan.

"Ini apabila potensi tinggi dan kondisi mendesak," kata Israwadi dalam keterangan resmi Angkasa Pura I.

Angkasa Pura I juga akan menyediakan langkah mitigasi bencana seperti menyiapkan fasilitas hotline contact center, posko tanggap darurat di bandara, help desk airlines, hingga sejumlah armada transportasi pengganti bagi para penumpang pesawat yang terdampak erupsi Gunung Agung.

Video Pilihan

Artikel Terkait