Pelindo III Klaim Harga Barang di NTT Turun Berkat Tol Laut

"Bisa 20 persen paling tidak turunnya semenjak tol laut masuk," kata Sugiono
Ameidyo Daud Nasution
22 September 2017, 20:57
Tol Laut
Arief Kamaludin|KATADATA
Kapal logistik ini merupakan bagian dari program tol laut yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sejak masa awal pemerintahannya.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pengelola pelabuhan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) mengklaim keberadaaan program Tol Laut sudah mulai berdampak pada harga barang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu komoditas yang mengalami penurunan harga adalah semen.

Senior Vice President Marketing and Government Relations Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Sugiono mengatakan di beberapa wilayah NTT, seperti Waingapu serta Rote harga semen turun hingga 15% lebih. Sebelumnya harga semen di daerah ini mencapai Rp 55.000 per sak, kemudian turun menjadi Rp 47.500 per saknya.

Penurunan harga juga terjadi pada komoditas lainnya. "Bisa 20 persen paling tidak turunnya semenjak tol laut masuk," katanya dalam acara konferensi pers di Jakarta, Jumat (22/9).

Menurutnya program tol laut bisa berjalan dan berdampak pada penurunan harga, tidak lepas dari kerja sama BUMN. Misalnya seperti PT Pelni (Persero) dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. untuk mewujudkan harga semen yang relatif murah.

Advertisement

Selain itu keberadaan puat logistik tol laut yang bernama Rumah Kita juga dirasa mampu berkontribusi terhadap harga barang yang lebih kompetitif. Adapun di wilayah NTT, saat ini sudah ada total lima lokasi Rumah Kita.

Dalam kesempatan yang sama, Senior Vice President Operations PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) David Sirait mengatakan keberadaan tol laut bisa lebih efektif dijalankan dengan digitalisasi. Hal ini mampu membuat operasional pelabuhan menjadi efisien, sehingga bisa memangkas ongos pengiriman kontainer.

(Baca: LIPI Usul Konsep Tol Laut Perlu Diubah Agar Lebih Efektif)

Dia menjelaskan sebelumnya biaya angkut atau freight per box (20 feet) kontainer dari Jakarta ke Pontianak (Kalimantan Barat) bisa mencapai Rp 6,5 hingga Rp 7 juta. Saat ini biaya tersebut turun sangat signifian. "Sekarang hanya sebesar Rp 2,5 juta," katanya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait