Keputusan Persilangan Jalur LRT Terhambat Soal Teknis Operasional

Permasalahan ini akan kembali dibahas dalam rapat di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman pada Jumat (22/9).
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
19 September 2017, 21:36
TARGET PENYELESAIAN PROYEK LRT
ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) di Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (12/3).

Pemerintah belum bisa memutuskan kepastian mengenai sinkronisasi persilangan rute kereta listrik ringan atau Light Rail Transit (LRT) yang dikerjakan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Padahal, rencananya sinkronisasi rute ini bisa diputuskan dalam rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman hari ini.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kepastian mengenai sinkronisasi rute di stasiun Dukuh Atas masih terkendala persoalan teknis. Hal-hal operasional yang dimaksud di antaranya mengenai luas, aspek keselamatan, siapa pengelola stasiun tersebut, hingga bagaimana sistem pembayaran persilangan tersebut.

Oleh sebab itu pembahasan mengenai hal ini masih akan dirapatkan lagi di tingkat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman pada Jumat (22/9). "Jadi apakah mau (stasiun dengan rute) berjejer, mau satu, atau double," kata Budi usai rapat mengenai LRT di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (19/9).

Selain rute LRT Jakarta - Bogor - Depok - Bekasi (Jabodebek) yang digarap PT. Adhi Karya, ada pula LRT Jakpro yang nantinya mengambil rute Kelapa Gading - Velodrome - Manggarai - Dukuh Atas - Tanah Abang. Untuk saat ini Jakpro sedang mengerjakan trase Kelapa Gading - Velodrome terlebih dulu.

"Itu sama-sama lewat Dukun Atas, jadi mau stasiun bertumpuk atau sejajar harus diukur dulu," katanya. (Baca: Pengalaman Proyek LRT Jakarta Jadi Pelajaran bagi Empat Kota Lain)

Pada kesempatan yang sama Direktur Operasi III Adhi Karya Pundjung Setya Brata mengatakan penentuan persilangan trase ini penting diputuskan. Lahan yang tersedia di Dukuh Atas terbilang sempit, sementara kedua moda ini harus dapat saling terintegrasi.

"Jadi bukan menentukan kontraktor tapi trasenya," kata Pundjung.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta sinkronisasi dilakukan dengan hati-hati. Menurutnya, jika pekerjaan teknis seperti pengukuran dilakukan dengan cepat, maka rapat soal sinkronisasi ini bisa saja dipercepat. "Kalau sudah oke, besok malam bisa rapat lagi," kata Luhut.

(Baca: Pemerintah Mulai Harmonisasi Aturan Lintas Kementerian di Proyek LRT)

Video Pilihan

Artikel Terkait