Temui Luhut, Deutsche Bank Tawarkan Dana Pembelian Saham Freeport

Ameidyo Daud Nasution
19 September 2017, 20:05
Freeport Indonesia
Arief Kamaludin | Katadata

Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bank asal Jerman, Deutsche Bank, menawarkan diri untuk membantu Indonesia mengambil alih saham divestasi PT Freeport Indonesia. Deutsche Bank siap membiayai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan mengakuisisi saham perusahaan tambang Amerika Serikat tersebut.

"Deutsche Bank datang niat bantu financing BUMN yang masuk ke Freeport," kata Luhut di kantornya, Jakarta, Selasa (19/9). Namun, belum diketahui berapa besar pembiayaan yang disiapkan bank asing tersebut.

Pemerintah telah menegaskan kepada Freeport Indonesia untuk melaksanakan kewajibannya mendivestasikan 51% sahamnya kepada Indonesia. Syarat divestasi saham ini harus dipenuhi jika Freeport ingin memperpanjang kontrak karya di Indonesia. Saat ini pemerintah telah memiliki 9,4% saham perusahaan tersebut. Artinya Freeport harus melepas 40,6% lagi sahamnya kepada Indonesia.

(Baca: Ini Kesepakatan Negosiasi Versi Freeport)

Terkait dengan saham divestasi ini, pemerintah memastikan akan memberikan beberapa bagian kepada pemerintah daerah (Pemda) tempat tambang Freeport beroperasi. Luhut memang belum bisa memberitahu berapa besar porsi saham yang akan didapat Pemda Papua, tapi setidaknya harus di atas 5%.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan sempat menyebutkan dari 51% saham divestasi Freeport, sebanyak 5 sampai 10 persen akan menjadi jatah daerah. "Mungkin lima sampai berapa persen," kata Luhut.

Jonan mengatakan pembahasan divestasi Freeport ini akan dipimpin oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. Termasuk, kapan 51% saham Freeport diambil alih, kemudian harganya dan siapa yang akan mendapat saham itu.

Sementara pada pekan lalu Luhut telah meminta agar proses divestasi saham PT Freeport Indonesia selesai pada 2019. "Soal saham, saya koreksi bahwa kami harus selesaikan sampai 2019. Jadi waktu kami mulai sudah sign kerja sama," kata Luhut.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait