Pengalaman Proyek LRT Jakarta Jadi Pelajaran bagi Empat Kota Lain

"Ada pelajaran misalnya dari proyek di sini (Jakarta). Jadi tidak mengulangi kesalahan," kata Luhut
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
19 September 2017, 19:06
Proyek LRT
ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) di Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (12/3). Pembangunan LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) terus dikebut demi target operasi 2019. Pemerintah nantinya akan mensubsi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku akan mengundang sejumlah Pemerintah Daerah (Pemda) kota besar di Indonesia yang berminat membangun kereta listrik ringan (Light Rail Transit/LRT) di daerahnya. Dia ingin memberikan pengarahan dan pengalaman kendala yang dihadapi dalam pembangunan proyek LRT di Jakarta.

Ada empat Pemerintah Kota yang akan diundang, yakni Bandung, Surabaya, Makassar, serta Medan. Dengan menjelaskan pengalaman proyek LRT di Jakarta, akan menjadi pelajaran bagi kota-kota lain yang akan membangun proyek serupa. Harapannya pembangunan proyek LRT di kota-kota lain bisa lebih lancar.

"Ada pelajaran misalnya dari proyek di sini (Jakarta). Jadi tidak mengulangi kesalahan," kata Luhut di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/9). (Baca: Pemerintah Mulai Harmonisasi Aturan Lintas Kementerian di Proyek LRT)

Sebelumnya, Luhut sempat mengungkapkan adanya hambatan dan kendala teknis dalam pembangunan proyek LRT di Jakarta. Terdapat persilangan rute proyek LRT yang dibangun oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk. dengan yang dibangun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, yakni PT Jakarta Propertindo.

Dalam rencana pengembangan LRT, Adhi Karya mengkaji pembangunan rute Dukuh Atas - Palmerah - Senayan. Sementara itu, Jakpro juga akan mengembangkan rute yang nyaris bersinggungan yakni bagian dari Kelapa Gading - Kebayoran Lama. Hal ini akan berpengaruh kepada kepastian kontraktor penggarap rute LRT terutama dari Dukuh Atas hingga Palmerah.

Luhut mengatakan pemerintah masih menghitung dengan cermat kontraktor mana yang akan mengerjakan proyek ini hingga Palmerah. Penentuan rute yang dikerjakan ini dapat mempengaruhi investasi LRT di masa depan. "Ini kan pengalaman pertama sehingga jangan sampai salah," kata Luhut. Saat ini pemerintah tengah berupaya melakukan sinkronisasi persilangan rute LRT Adhi Karya dengan Jakarta Propertindo (Jakpro).

Secara khusus dirinya ingin agar proyek LRT yang dibangun empat kota tersebut didanai oleh pihak swasta. Apalagi pemerintah juga telah memiliki formula untuk mengajak swasta berinvestasi serta mengurangi beban fiskal. Pemerintah Kota yang akan membangun LRT di daerahnya harus bisa memberikan keyakinan kepada investor untuk mendanainya.

 

Video Pilihan

Artikel Terkait