Skytrain Bandara Soekarno Hatta Mulai Beroperasi Minggu, 17 September

"Kami operasikan satu track (kereta) dan satu rute dulu," kata Awaluddin
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
13 September 2017, 11:22
Skytrain Bandara Soekarno Hatta
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Pekerja membuka skytrain Bandara Soekarno Hatta yang baru tiba dari Korea Selatan, Senin (29/5) lalu.

Operator bandara PT Angkasa Pura II (Persero) mengatakan Skytrain Bandara Soekarno Hatta akan beroperasi pada hari Minggu (17/9) besok. Rute awal yang akan dioperasikan kereta ini adalah dari terminal 2 ke terminal 3, selanjutnya akan beroperasi penuh dalam beberapa bulan ke depan.

Direktur Utama Angkasa Pura II M. Awaluddin mengatakan nantinya hanya satu Skytrain yang akan dioperasikan terlebih dahulu. Sedangkan moda transporasi antar terminal tersebut akan memiliki dua gerbong dengan kapasitas tiap gerbongnya mencapai 176 penumpang.

"Kami operasikan satu track (kereta) dan satu rute dulu," kata Awaluddin di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (12/9). (Baca: Operasional Kereta Bandara Soekarno-Hatta Meleset dari Target Jokowi)

Setelah beroperasi perdana pada Minggu depan, Angkasa Pura II memprediksi Skytrain ini akan beroperasi penuh hingga terminal I pada bulan November mendatang. Nantinya rute Skytrain tersebut mencakup Terminal III - Terminal II - Integrated Building (stasiun kereta Bandara Soekarno Hatta) - Terminal I.

Pengoperasian Skytrain sebenarnya dikendalikan secara otomatis alias tanpa pengemudi. Namun dalam enam bulan pertama, pengoperasiannya masih dilakukan dengan menggunakan pengemudi manusia. Angkasa Pura beralasan hal ini dikarenakan faktor keselamatan dan memperkecil risiko.

(Baca: Empat Operator Bus Sediakan Angkutan dari Hotel dan Mal ke Bandara)

Pengerjaan rangkaian kereta (trainset) skytrain ini diproduksi oleh perusahaan asal Korea Selatan, yakni Woojin. Hasil produksi perusahaan ini diklaim memiliki kualitas yang baik. Kereta tanpa pengemudi ini akan menggunakan sistem Automated Guideway Transit (AGT) yang akan dilengkapi pengarah dan berpenggerak sendiri (self propelled).

Untuk unit skytrain berkecepatan maksimal 60 kilometer per jam ini Angkasa Pura II harus merogoh kocek sebesar Rp 530 miliar. Sementara untuk pembangunan infrastruktur seperti jalur dan terminal, Angkasa Pura II menggelontorkan investasi sebesar Rp 420 miliar dan pembangunannya dilakukan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. dan PT Indulexco.

Video Pilihan

Artikel Terkait